RADAR JOGJA  – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X) dan Wakil Gubernur DIJ Paku Alam X (PA X) menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUP Dr. Sardjito Jogjakarta, Jumat (1/7). Pemeriksaan kesehatan ini guna memenuhi persyaratan pelantikan sebagai Gubernur DIJ dan Wakil Gubernur DIJ masa jabatan 2022-2027.

HB X menuturkan tahapan pemeriksaan kesehatan adalah persyaratan wajib pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur. Prosesi ini merupakan persyaratan dari pemerintah pusat. Guna mengetahui kondisi kesehatan terkini.

“Saya bersama Bapak Wagub di Sardjito ini dalam rangka memenuhi persyaratan. Jadi ini untuk memenuhi persyaratan diajukan kembali untuk lima tahun yang akan datang,” jelasnya ditemui usai pemeriksaan kesehatan di RSUP Dr. Sardjito Jogjakarta, Jumat (1/7).

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menuturkan pemeriksaan meliputi cek darah, urin, jantung, mata dan lain sebagainya. Untuk mengikuti tahapan ini, HB X mengaku tak memiliki persiapan khusus. Hanya melakukan puasa sebelum pemeriksaan.

“Persiapan khusus tidak ada, puasa saja karena untuk pemeriksaan darah dan urin. Tidak ada keluhan juga, sehat,” katanya.

Ketua Tim Medis Pemeriksaan Kesehatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ I Dewa Putu Pramantara mengatakan tahapan pemeriksaan kesehatan sama seperti general check-up pada umumnya. Selama pemeriksaan, terdapat empat dokter spesialis yang dilibatkan. Mulai dari spesialis penyakit dalam, spesialis mata, THT dan psikiater.

HB X dan PA X, lanjutnya, juga menjalani pemeriksaan laboratorium lengkap. Meliputi tindakan rekam jantung dan rontgen foto toraks. Hasilnya tidak ada keluhan dan secara keseluruhan dalam kondisi baik.

“Untuk hasil laboratorium masih harus menunggu, namun dipastikan hasilnya keluar di hari ini juga. Karena ini untuk kepentingan persiapan pelantikan, hasilnya tentu kami yang bertanggungjawab. Hasilnya nanti akan kami laporkan dalam bentuk surat,” ujarnya.

Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIJ akan berakhir 10 Oktober 2022. Setelahnya akan dilantik sebagai pasangan kepala daerah DIJ tanpa pemilu seperti halnya daerah lain. Sesuai ketentuan dalam UU Keistimewaan DIJ Nomor 13 Tahun 2012 bahwa jabatan Gubernur dan Wagub DIJ dilakukan dengan penetapan, bukan pemilihan.

Karena hal tersebut, DIY menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang sudah bisa melantik kepala daerah untuk periode selanjutnya. Sedangkan provinsi lain, untuk jabatan gubernur periode tahun 2022-2025 hampir seluruhnya diisi penjabat kepala daerah. (Dwi)

Jogja Raya