RADAR JOGJA – Pemerintah Kota Jogja terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi booster. Misalnya, dengan tetap membuka layanan vaksinasi booster di semua puskesmas dan rumah sakit di Kota Jogja.

Berdasarkan data terakhir, capaian vaksinasi booster di Kota Jogja telah menyentuh angka 88 persen. Angka ini dinilai jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kabupaten lain di DIJ.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengakui terjadi penurunan animo masyarakat terhadap vaksinasi dosis ketiga. Pada beberapa kali gelaran vaksinasi massal, masyarakat yang hadir tak sebanding dengan jumlah dosis yang disiapkan.

Untuk itu, pihaknya mengaku akan mengubah strategi. Dari yang awalnya tanpa mendaftar diubah sebaliknya. Masyarakat diminta untuk mendaftar terlebih dahulu baik vaksinasi di puskesmas maupun rumah sakit.

“Kita tetap buka layanan. Strateginya, harus mengundang terlebih dulu atau mendaftar. Selama ini kita buka, kita siapkan 200 yang datang ya hanya 60, sehingga kita arus ubah strategi,” jelasnya saat ditemui di Taman Pintar Jogjakarta, Jumat (1/7).

Dinkes Kota Jogja juga terus melakukan upaya Tracing, Testing, dan Treatment (3T). Guna mendeteksi temuan kasus baru Covid-19. Terlebih saat momen musim liburan sekolah seperti saat ini.

Screening, lanjutnya, akan menyasar anak-anak sekolah. Ini karena adanya riwayat mobilitas selama libur sekolah. Berlangsung sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Ini untuk antisipasi. Hitungan epidemiologinya setelah 2 minggu setelah masuk nanti akan kita screening untuk anak sekolah,” katanya.

Pihaknya juga memantau kedatangan para wisatawan maupun perantau. Ini karena sumbangsih terbesar adalah warga dengan mobilitas tinggi. Sehingga terjadi lonjakan kasus covid.

“Kemarin ada WNA. Mereka harus periksa dulu. Mereka sudah pulang kembali. Terakhir ini hanya yang dirawat 11, dalam posisi ada yang tidak bergejala ada yang bergejala, tapi tidak ada yang di shelter. Shelter kosong terus,” ujarnya. (isa/dwi)

Jogja Raya