RADAR JOGJA – Pemerintah Kota Jogja menerapkan jam malam untuk anak. Peraturan ini berlaku tegas dari 22.00 WIB hingga 04.00 WIB. Acuannya adalah Peraturan Wali Kota Jogja Nomor 49 Tahun 2022.

Penjabat Wali Kota Jogja Sumadi menuturkan kebijakan ini merupakan wujud respon maraknya aksi kejahatan jalanan. Dalam beberapa kasus baik tersangka maupun korban adalah anak bawah umur. Terutama yang kerap beraktivitas diluar jam bermain anak.

“Dalam rangka memberikan perlindungan terhadap anak dari kejahatan jalanan dan mencegah tindak kekerasan yang dilakukan oleh anak di malam hari, maka setiap hari pada jam 22.00 WIB hingga 04.00 WIB diberlakukan Jam Malam Anak di Jogja,” jelas Sumadi dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (23/6).

Sumadi menegaskan jam malam tak bertujuan untuk mengekang. Namun lebih kepada melindungi anak dari tindakan tercela. Terutama usia anak yang masuk fase pencarian jati diri.

Adanya jam malam juga bertujuan mendekatkan anak dengan orangtuanya. Sehingga komunikasi dalam berjalan intens di rumahnya masing-masing. Hal ini menurutnya jauh lebih positif daripada anak berkeliaran diluar rumah pada malam hari.

“Anak dengan kasus-kasus klitih itu bisa dieliminir dengan berkumpulnya keluarga di rumah. Nanti berikan kegiatan-kegiatan di rumah, misal mengaji, makan bersama yang selama ini sudah terkikis, kami sekarang mengimbau itu,” katanya.

Dipilihnya jeda waktu 22.00 WIB hingga 04.00 WIB memiliki alasan kuat. Dari beberapa catatan kasus, aksi kejahatan jalanan kerap terjadi dalam rentang waktu tersebut. Tidak sedikit pula usia anak yang masih berkeliaran di jalan pada malam hari.

“Ya itu artinya anak-anak janganlah berkeliaran di jam-jam itu. Makanya kita siapkan kegiatan itu sore sampai kira-kira jam delapan malam mereka sudah beraktivitas, mereka capek, pulang ya tidur. Jangan jadi malem-malem keluyuran gitu,” ujarnya.

Untuk pengawasan, Sumadi meminta keluarga dan lingkungan turut serta. Lebih khusus peran orangtua dalam mengawasi anak-anaknya. Mencari tahu keberadaan saat anak tidak berada di rumah pada malam hari.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Salah satunya dengan menyiapkan Polsek ramah anak. Sehingga dapat bertindak dengan tepat apabila ada temuan kasus atau anak berkeliaran pada malam hari.

“Selain keluarga, kami kuatkan juga di lingkungan. Ada kegiatan-kegiatan yang tidak hanya dari dinas itu aja, tetapi ada kegiatan forum kewaspadaan dini. Itu kan tokoh-tokoh masyarakat harus peduli terhadap aktivitas masyarakat sekitarnya,” katanya. (Dwi)

Jogja Raya