RADAR JOGJA – Jogjakarta Royal Orchestra kembali digelar tadi malam (21/6) di Tebing Breksi, Prambanan, Sleman. Bertajuk ‘Concerto Nusantara’, konser diadakan dalam rangka memperingati Hari Musik Dunia pada 21 Juni.

Lurah Sambirejo, Prambanan, Wahyu Nugroho berharap dengan adanya orchestra otomatis dapat mengenalkan Kalurahan Sambirejo, terutama Tebing Breksi. Ditambah dapat mendongkrak perekonomian warganya. “UMKM kami juga akan dikenal karena selevel orchestra diagendakan tingkat nasional,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan. Sebab, event sekelas orchestra dapat menjadi ajang promosi pariwisata. Warga juga dinilai sudah siap. Terlebih sudah sering menggelar kegiatan berskala besar. “PR (pekerjaan rumah, Red) kami memang menyiapkan ekosistem pariwisata. Terutama yang suvenir, kami belum punya yang khas. Masih kami godog,” jelasnya.

Hadir dalam pembukaan orchestra ini, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. Dalam sambutannya, HB X mengatakan konser menampilkan kolaborasi musik orkestra dan karawitan dengan menyajikan lagu-lagu Nusantara untuk mendukung tema Concerto Nusantara.

Konser menghadirkan soloist violin internasional, soloist sasando, dan saluang. “(Konser, Red) sekaligus menjadi selebrasi ulang tahun Jogjakarta Royal Orchestra yang pertama,” ujar bapak lima puteri yang juga raja Keraton Jogja ini.

Apabila meneruskan apa yang pernah disampaikan oleh Plato, lanjut HB X, bahwa musik seperti memberi jiwa ke alam semesta, memberikan sayap kepada pikiran, membawa pikiran terbang ke alam imajinasi, dan pada akhirnya memperindah kehidupan manusia.

“Semoga malam ini kita bisa memaknai setiap alunan nada sebagai gumregahing garěgět manunggal seiring tekad From Concerto to Integratio. Dan merebaknya gelora memberikan yang terbaik untuk Jogja dan Indonesia, melalui nada-nada Nusantara, sebagai bahana menyatunya kekayaan budaya, dalam satu orkestrasi irama,” paparnya.

Sementara itu, Penghageng Kawedanan Kridhamardawa KPH Notonegoro menyebut, gelaran konser baru kali pertama dilakukan secara luring terbatas. Tiket reservasi dikoordinasi oleh Dinas Kebudayaan DIJ dan diberikan secara gratis. Bagi yang tidak kebagian, dapat menyaksikan secara daring.

“Harapannya semoga konser kali ini bisa mengembalikan semangat seluruh lapisan masyarakat dalam mengingat kebinekaan Indonesia yang menjadi modal persatuan bangsa,” jelasnya.

Hadir sebagai conductor MW Widyowiryomardowo, berkolaborasi dengan berbagai solois. Di antaranya violinist Iskandar Widjaja, seniman saluang Mak Hasanawi, seniman sasando Natallino Mela, sextet vokal, dan tentunya gamelan gaya Jogjakarta yang akan dibawakan dalam enam repertoar.

“Concerto Nusantara sendiri merupakan karya yang terdiri atas tiga movements dengan materi utama melodi dari lagu-lagu daerah di Indonesia, sehingga menyuguhkan beragam corak kekayaan idiom musikal Nusantara,” jelasnya. (cr4/laz)

Jogja Raya