RADAR JOGJA – Mantan Perdana  Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengeluarkan pernyataan kontroversial. Bahwa Negeri Jiran seharusnya mengeklaim Negara Singapura dan Kepulauan Riau. Pernyataan ini disampaikan saat pidato di Kontes Survival Melayu di Negara Bagian Selangor, Minggu (19/6).

Penyataan ini sontak memancing beragam reaksi. Termasuk Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir yang turut angka bicara. Dia menyayangkan adanya pernyataan tersebut dari seorang Mahathir Mohamad.

“Sebaiknya bangsa serumpun kita Indonesia, Malaysia bahkan dengan negara ASEAN, lebih memproduksi pemikiran-pemikiran, pernyataan-pernyataan dan juga bahkan langkah-langkah yang semakin mengeratkan bangsa serumpun,” jelasnya ditemui di Kantor PP Muhammadiyah Jogjakarta, Selasa (21/6).

Menurutnya sebagai saudara serumpun sudah seharusnya menjalin hubungan baik. Terwujud dalam kerjasama yang sifatnya konstruktif. Khususnya untuk memperkuat jalinan kerjasama dan persaudaraan di tingkat ASEAN.

Baginya pernyataan positif jauh lebih bermakna. Seperti tentang upaya menguatkan kerjasama yang telah terjalin. Sehingga kekuatan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN lebih disegani.

“Cukup lah bagi generasi Indonesia maupun Malaysia pengalaman dimasa lalu yang meninggalkan bekas yang tidak sederhana dalam relasi Indonesia dan Malaysia,” pesannya.

Dia mengajak tokoh-tokoh bangsa lebih bijak. Termasuk dalam mengemukakan pendapat yang terkait hubungan antar negara. Agar tidak memicu munculnya konflik baru.

Sebagai saudara serumpun, Haedar berpesan agar hubungan harmonis terus dijaga. Untuk kemudian melangkah bersama demi kemajuan setiap bangsa. Khususnya untuk negara-negara di lingkup ASEAN.

“Semua tokoh di Malaysia dan Indonesia mestinya berusaha untuk meninggalkan potensi-potensi konflik dimasa lampau untuk melangkah ke hal baru, ke masa baru dan ke masa depan yang mewariskan kebersamaan ASEAN. Bangsa serumpun lebih pada titik temu dari pada titik beda. Itu pesan saya,” ujarnya. (Dwi)

Jogja Raya