RADAR JOGJA – Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengapresiasi peran Muhammadiyah dalam menjaga pluralisme. Melalui kacamata agama dapat merangkul semua golongan. Tak hanya terepresentasikan di Indonesia tapi juga dunia.

Pernyataan ini dia sampaikan usai berkunjung ke Kantor PP Muhammadiyah. Dalam kunjungannya kali ini, rombongan dubes diterima langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Perbincangan keduanya berlangsung kurang lebih selama satu jam.

“Sangat berterimakasih atas kepemimpinan Muhammadiyah di sini. Amat sangat menyambut baik komitmen Muhammadiyah dalam menjaga pluralisme, menjaga kesejahteraan dan juga mendukung kesejahteraan masyarakat Indonesia,” jelasnya ditemui di Kantor PP Muhammadiyah, Selasa (21/6).

Owen menuturkan Kedutaan Besar Inggris terus menjaga silaturahmi. Wujudnya dengan beragam kerjasama di berbagai bidang. Termasuk menyoroti isu-isu nasional maupun global.

Salah satu wujud kerjasama terkait lingkungan. Terfokus pada perubahan iklim yang terjadi di ranah global. Berupa komitmen bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan.

“Dalam bidang perubahan iklim kami sangat menghargai dan menghormati langkah-langkah yang diambil Muhammadiyah dalam menjaga lingkungan. Hal ini bukan saja berlaku disetiap organisasi beragama tetapi setiap orang yang beragama juga harus memiliki keyakinan untuk menjaga lingkungan,” katanya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menuturkan pihaknya bergerak di dua level untuk isu lingkungan. Pertama di level tarjih dengan majelis lingkungan hidup. Wujudnya berupa program penyelamatan lingkungan dan konservasi.

“Kedua adalah teologi lingkungan, dimana dengan teologi lingkungan perspektif keagamaan itu memang harus menyelamatkan lingkungan dan paling penting siapapun tidak boleh merusak lingkungan. Merusak lingkungan buka berhadapan dengan hukum tapi dengan Tuhan,” tegasnya.

Haedar menuturkan ada tiga pembahasan dalam pertemuan ini. Pertama adalah menguatkan hubungan antara PP Muhammadiyah dengan Inggris. Salah satunya melalui Kedutaan Besar Inggris.

Pembicaraan berikutnya tentang isu pendidikan dan kesehatan. Perwujudannya berupa kerjasama dengan sejumlah lembaga di Inggris. Sehingga tak hanya terfokus pada Pemerintahan Inggris.

“Dan kita ini akan nanti mencari langkah-langkah baru termasuk Kedubes Inggris akan juga menghubungkan dengan lembaga keagamaan di Inggris. Sehingga nanti terjadi kerjasama yang lebih baik bukan hanya dengan Pemerintah Inggris tetapi juga dengan lembaga keagamaan dan kemasyarakatan di Inggris,” ujarnya.

Pembicaraan juga menyinggung tentang kedamaian antar umat beragama. Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah dan Islam di Indonesia menjunjung tinggi perdamaian. Berkomitmen menjaga nilai toleransi terhadap sebuah pluralisme.

Wujudnya tak hanya dalam bidang keagamaan. Muhammadiyah juga mengemasnya dalam hubungan dan gerakan sosial. Juga dalam aspek pendidikan, seni dan budaya.

“Kami contohkan Muhammadiyah di Papua NTT dan berbagai daerah yang lembaga pendidikan dan gerakan sosialnya non diskriminasi. Hubungan sudah antar budaya, antar agama, antar daerah,” katanya. (Dwi)

Jogja Raya