RADAR JOGJA – Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins turut mengomentari kehadiran delegasi Rusia dalam ajang The 1st G20 Health Ministers Meeting di Hotel Marriot Jogjakarta. Meski tak secara gamblang, namun dia menyayangkan adanya invasi Rusia ke Ukraina. Tindakan ini berdampak pada kondusifitas dunia.

Secara tidak langsung, agresi juga berdampak pada pertemuan G20. Pembahasan isu pokok dalam forum diskusi menjadi tak fokus. Ini karena teralihkan dengan isu agresi Rusia ke Ukraina.

“Kami sangat menyesalkan bahwa agresi Rusia yang ilegal dan tidak beralasan terhadap Ukraina telah membuat agenda Kepresidenan G20 menjadi sangat sulit,” jelas Owen usai audiensi dengan Gubernur DIJ di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Selasa (21/6).

Sejatinya dalam pertemuan G20 forum diskusi telah tersusun secara matang. Berupa pembahasan isu-isu dunia. Meliputi kesehatan, transformasi digital, lingkungan dan transisi energi.

Agenda yang disusun oleh Indonesia selaku presidensi G20, menurutnya, tak berjalan optimal. Ini karena para anggota G20 cenderung membahas diluar isu utama.

“Serangan brutal bertubi-tubi Rusia terhadap warga sipil Ukraina termasuk serangan terhadap fasilitas-fasilitas kesehatan yang juga didiskusikan di G20 telah membuat semuanya sangat sulit untuk kita semua untuk bisa fokus pada isu-isu yang sangat penting bagi kita dan masyarakat kita,” katanya.

Owen juga menyinggung disinformasi yang terjadi. Khususnya tentang kondisi riil di Ukraina. Dia menilai informasi yang beredar hanya untuk menutupi fakta sesungguhnya dampak dari agresi.

Walau begitu, Owen memastikan Inggris tetap mendukung Presidensi Indonesia di G20. Sehingga poin penting dalam setiap agenda bisa terwujud. Meski kondisinya jauh berbeda dari tujuan awal.

“Kami juga menyadari bahwa hal ini tidak bisa dijalankan seperti biasa, terutama dalam menghadapi perang Rusia. Selama mereka masih menginvasi Ukraina yang adalah sebuah negara yang berdaulat,” ujarnya. (Dwi)

Jogja Raya