RADAR JOGJA – Sekretaris Daerah Kota Jogja Aman Yuriadijaya menuturkan Pemkot Jogja masih berupaya jajaki kerjasama dengan Pemkab Klaten. Kaitannya adalah pembuangan sampah di TPA Klaten. Fungsinya sebagai penampungan darurat saat TPA Piyungan Bantul tutup.

Aman menargetkan kerjasama terwujud secepatnya. Agar dapat menjadi antisipasi dan solusi sewaktu-waktu. Sehingga penumpukan sampah di Kota Jogja bisa dihindari.

“Kami sedang mejajaki dengan Kabupaten Klaten untuk menjadi tempat pembuangan akhir darurat. Proses penjajakan sedang dalam proses finalisasi. Mudah-mudahan, tahun ini sudah ada kerjasama dengan Kabupaten Klaten,” jelasnya saat ditemui di TPST Nitikan, Senin (30/5).

Disatu sisi, pihaknya juga telah mengkaji rencana ini. Termasuk adanya tambahan anggaran saat rencana terealisasi. Jarak yang jauh tentunya berdampak pada transportasi.

Pihaknya juga mempertimbangkan efisiensi waktu distribusi sampah. Tentunya atas pertimbangan jarak tempuh perjalanan. Berbeda dengan halnya saat masih memanfaatkan TPA Piyungan.

“Misalnya, jarak tempuh yang lebih jauh dan perjalanan yang lebih lama. Lalu nanti adanya biaya tambahan karena konsekuensi dari kebijakan ini,” katanya.

Pemkot Jogja juga terus memperkuat rancangan pengolahan sampah. Tepatnya adalah pembangunan TPST untuk sampah Kota Jogja. Untuk saat ini baru terwujud dengan adanya TPST Nitikan.

“Sementara di tahun depan diharapkan hadir TPST-TPST kita, dan yang paling berpotensi TPST Nitikan II,” ujarnya.

Tak kalah penting justru peran aktif masyarakat. Sebagai produsen sampah harus mampu mengelola sampahnya secara mandiri. Dimulai dari pemilahan sampah hingga pengolahan sampah.

Aman menuturkan cara ini sederhana namun efektif. Kesadaran masyarakat, lanjutnya, menjadi poin penting. Bahwa sampah bukan hanya tanggungjawab pemerintah tapi bersama.

“Pengolahan berbasis rumah tangga. Jadi integrated system yang kita lakukan ini mudah-mudahan akan menunjukkan kesungguhan Pemerintah Kota Jogja dalam penanganan sampah, tapi di lain pihak juga harapannya peran masyarakat pun tetap kami dorong,” katanya. (isa/dwi)

Jogja Raya