RADAR JOGJA – Masalah parkir masih menjadi tantangan Pemkot Jogja selama ini dalam menghadapi peak season liburan panjang. Tiga tempat khusus parkir (TKP) tak mampu menampung. Alternatif lain, pemkot mengajak masyarakat menginvestasikan lahan untuk parkir, khususnya di seputaran sirip-sirip Malioboro.

Pj Wali Kota Jogja Sumadi mengakui, parkir masih menjadi masalah. Terlebih ketika terjadi peak season liburan panjang. Malioboro menjadi destinasi favorit wisatawan untuk dikunjungi. “Kalau nggak ke Malioboro nggak afdol. Memang satu sisi parkir jadi sebuah hal sangat krusial ketika ramai peak season,” katanya kemarin (26/5).

Ia menjelaskan meski pemkot memiliki tiga TKP (Ngabean, Senopati, dan Abu Bakar Ali), hal itu tidak bisa menampung parkir. Dengan begitu, masyarakat yang notabene memiliki lahan khususnya di sirip-sirip Malioboro diminta menginvestasikan untuk penyiapan lahan parkir sepeda motor atau mobil yang berdimensi kecil.

“Kita sudah atur, kita siapkan rancangan peraturannya, nanti mudah-mudahan bisa,” jelasnya. Menurutnya, penyiapan lahan warga untuk parkir sejatinya memang sudah ada permintaan. Hal itu langsung akan diakomodasi oleh pemkot.

Masalah tarif parkir akan diberlakukan, rencananya tidak seperti halnya retribusi. “Kalau retribusi pemanfaatan jalan untuk kepentingan itu (parkir). Kalau ini kan titipan, ya tapi ada batas-batas kewajaran. Ini sudah kami siapkan,” tambahnya. (wia/laz)

Jogja Raya