RADAR JOGJA – Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Wahyu Hendratmoko mengusulkan kawasan Kotabaru menjadi jalur khusus otoped. Tentunya setelah melalui kajian mendalam. Baik untuk keamanan penyewa maupun pengguna jalan raya.

Sebelumnya, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X melarang otoped beroperasi bebas di kawasan Malioboro. Tepatnya di sepanjang kawasan Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Kilometer. Pertimbangannya adalah keamanan para pejalan kaki dan kendaraan yang melintas di kawasan Malioboro.

“Kami mencoba mencari alternatif dan mengusulkan agar kawasan Kotabaru ini ditambah lagi magnetnya dengan otoped. Agar tetap aman dan tidak membahayakan wisatawan yang menggunakan otoped, jadi kami siapkan jalur khusus bukan di trotoar,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (16/5).

Kawasan Kotabaru dipilih karena terbilang aman lantaran arus lalu lintas yang landai. Dia menjelaskan, nantinya lokasi jalur khusus otoped akan dibuat melingkar. Mulai dari sekitaran Fave Hotel Malioboro menuju selatan. Lalu ke utara menuju jalan Faridan M Noto.

Pemilihan jalur sesuai dengan potensi destinasi wisata di wilayah Kotabaru. Diantaranya, Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang berdiri sejak tahun 1946, Gereja Katolik Santo Antonius Padua Kotabaru, Masjid Syuhada Kotabaru dan Museum Sandi.

“Jadi nanti wisatawan tidak hanya bisa berotoped saja. Mereka juga bisa mampir ke berbagai tempat yang direkomendasikan untuk jadi destinasi wisata baru,” katanya. (isa/Dwi)

Jogja Raya