RADAR JOGJA – Mengagumi diam-diam seorang RD Yusuf Bilyarta atau dikenal dengan YB Mangunwijaya. Romo Mangun, sapaan akrabnya itu, dikenal sebagai sosok multitalenta. Bisa memberikan inspirasi dalam kebudayaan hingga membangun peradaban kemanusiaan.

Seorang budayawan, Achmad Charris Zubair mengatakan, meski tidak mengenal secara personal sosok YB Mangunwijaya, ia turut mengagumi karya-karyanya selama ini. “Diam-diam saya mengagumi beliau sebagai romo Katholik, tapi beliau juga arsitek dan penulis,” ujarnya kemarin (13/5).
Sosok Romo Mangun dikenalnya dari luar sebagai sosok multitalenta. Sebagai seorang rohaniwan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat bawah. Dan hal itu ditunjukkan dalam karya arsitekturnya yaitu penataan di Kali Code.

“Tapi itu juga saya pikir didorong oleh spirit beliau sebagai rohaniwan. Dia mengejawantahkan iman Katholiknya dengan berbagi kasih seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, Romo Mangun yang meninggal dunia 23 tahun silam itu, sangat dibutuhkan sosoknya dalam memberikan inspirasi. Tidak hanya dalam hal kebudayaan, melainkan juga dalam membangun peradaban kemanusiaan.
Sebab, peradaban kemanusiaan tidak hanya diukur dari gebyarnya gedung-gedung bertingkat atau dari sekadar hal-hal fisik dan material semata. Tetapi, pada prinsipnya dibutuhkan nilai-nilai dan karakter sebagai modal untuk membangun pondasi bagi terbangunnya peradaban kemanusiaan itu sendiri.

“Saya pikir sebagai rohaniwan yang memiliki kemampuan keilmuwan di bidang arsitektur, beliau bisa mengaktualisasikan ilmunya karena dengan spirit kerohaniannya, untuk wong cilik atau masyarakat kecil. Di Kali Code beliau menata lingkungan, itu bagian dari karakter bukan show off,” jelasnya.

Sehingga, sosok Romo Mangun bisa dijadikan inspirasi pula dari latar belakang agama manapun. Pun diyakini memiliki spirit kerohanian masing-masing. Tidak semata-mata membangun wacana, namun bagaimana mengaktualisasikan ilmunya dan kemampuan apa yang dimiliki di dalam karya-karya yang nyata. “Itu yang bisa kita teladani dari seorang Romo Mangun,” tambahnya. (wia/laz)

Jogja Raya