RADAR JOGJA – Meski sudah minta maaf, akun Twitter @ye_riiin166, yang dinilai menghina warga Jogja, tetap diselidiki Polda DIJ. Termasuk dengan menggandeng ahli bahasa. Untuk menetapkan, unggahan tersebut memenuhi unsur pelanggaran UU informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto menyatakan, terkait permintaan maaf melalui akun Twitter Rina Yellow @ye_riiin166 tak otomatis menggugurkan penyelidikan. Polda DIJ tetap bekerja seusai memperoleh laporan dari masyarkat. “Permintaan maaf silahkan saja.

Nggak ada masalah. Tapi apakah itu bisa menggugurkan tindak pidana atau tidak, kami perlu dalami lebih lanjut. Saat ini kami masih mendalami, apakah ini masuk unsur atau tidak,” tandasnya diwawancarai di Ditlantas Polda DIJ kemarin (11/5).

Yuli mengaku, pihaknya telah mendapat laporan dari masyarakat. Laporan diterima pada Selasa siang (10/5). Menyoal cuitan akun Twitter Rina Yellow @ye_riiin166 yang dianggap berbau penghinaan suku, agama, ras dan aliran kepercayaan (SARA). “Kami akan menggandeng ahli bahasa, juga mungkin ahli yang berkaitan dengan forensik,” bebernya.

Polisi juga tengah memburu identitas akun Twitter Rina Yellow @ye_riiin166, selaku terlapor. Riwayat unggahan atau jejak digital dari akun tersebut jadi perhatian polisi. “Pelapor sudah diperiksa. Terlapor, pasti akan dilakukan pemeriksaan. Nanti, kami belum sampai ke arah itu (identitas pemilik akun, Red),” ujarnya.

Diketahui, akun Twitter Rina Yellow @ye_riiin166 masih terpantau aktif. Ditegaskan, penyidik terus melakukan pemantauan. Agar barang bukti tidak hilang. “Kami dari Polda DIJ sedang mempelajari, konten tersebut termasuk dengan menggandeng ahli bahasa. Apakah unggahan memenuhi unsur dari ketentuan yang diatur dalam UU ITE atau tidak,” lontarnya.

Akun twitter Rina Yellow @ye_riiin166 dalam cuitannya pada 8 Mei 2022 menuliskan, “Orang Jogja norak banget liat plat B. Apalagi kalau itu kendaraan mewah. Pantes orang Jogja semuanya masih pada miskin dan kampungan.”

Sebelumnya, Muh Heri Suryono mengaku melaporkan cuitan akun Twitter Rina Yellow @ye_riiin166. Dia merasa unggahan akun tersebut telah meresahkan, bahkan menghina Orang Jogja. Meskipun terlapor telah meminta maaf melalui akun Instagram. Heri menilai, bahwa permintaan maafnya tidak sungguh-sungguh. Terlebih, tetap memuat kata-kata tidak sopan. “Ada kalimat wtf. Kalau mau klarifikasi seharusnya kebih sopan,” segahnya.

Kasus serupa juga pernah ramai pada medio 2014 lalu. Saat itu, mahasiswa S2 Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Florence Sihombing juga dilaporkan ke Polda DIJ. Karena dalam akun medsos Path juga dinilai menghina warga Jogja. Meski sudah meminta maaf, bahkan langsung ke Gubernur DIJ, Flo tetap diajukan ke pengadilan. Hingga pada 31 Maret 2015 Pengadilan Negeri Jogja menjatuhkan vonis dua bulan kurungan dengan masa percobaan enam bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider satu bulan penjara. Karena melanggar pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 1 UU ITE. (fat/pra)

Jogja Raya