RADAR JOGJA – Sabtu lalu (7/5) terjadi aksi penutupan akses jalan menuju TPST Piyungan oleh warga. Hal ini mengakibatkan menggunungnya bak-bak sampah di sekitar Kota Jogja. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD DIJ Gimmy Rusdin angkat bicara.

Pihaknya mengaku menyayangkan tindakan penutupan akses menuju TPST Piyungan oleh warga. Dia mengaku selama ini tak tinggal diam atas tuntutan warga untuk menutup TPST Piyungan secara permanen. Tuntutan tersebut juga telah disampaikan kepada dinas-dinas terkait. Namun hingga hari ini hasilnya masih nihil.

“Kalau ada demo penutupan, kami sebagai Komisi C sangat prihatin. Kalau masyarakat sudah seperti itu, kami sebagai pimpinan Komisi C tidak bisa bicara apa-apa. Hampir 7 tahun saya minta tolong bagaimana caranya, solusinya supaya TPST itu bermanfaat bagi masyarakat Jogja dan khususnya bagi warga setempat,” katanya saat ditemui di Kantor DPRD DIJ, Selasa (10/5).

Gimmy mengaku, hari ini akan kembali memanggil dinas-dinas terkait untuk mencari solusi dari permasalahan ini. “Rencana akan memanggil dinas terkait atau bidang terkait akan kita. Ini saya panggil informal karena situasi dan sikon,” tambahnya.

Sementara itu, tumpukan sampah terjadi salah satunya di Klitren, Gondokusuman, Kota Jogja. Salah satu petugas pengambil sampah Dinas Lingkungan Hidup Kota Jogja, Andi mengaku sampah tak diangkut sejak hari Minggu lalu (8/5).

Padahal biasanya, sampah selalu diangkut setiap harinya. Tiga hari sampah tak diangkut, baginya dampak yang diakibatkan sangat terasa. Bahkan jika tak segera diangkut, dikhawatirkan sampah-sampah ini akan menutup jalan.

“Sampai saat ini belum tau mau diangkut kapan, masih menunggu keputusan karena ini TPST ditutup. Baru tiga hari belum diangkut sudah seperti ini, kalau tidak diambil bisa sampai jalan,” katanya. (isa/ila)

Jogja Raya