RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja segera menerbitkan surat edaran (SE), sebagai langkah antisipasi persebaran hepatitis akut misterius. Sementara sekolah mengimbau siswanya untuk membawa bekal dan tidak jajan sembarangan.

Rina Indriani, petugas UKS SD Joannes Bosco menegaskan, sekolahnya memperhatikan kesehatan siswa. Kendati belum ada instruksi resmi dan informasi cukup terkait hepatitis misterius. “Jadi sama dengan protokol Covid-19. Setiap kali siswa masuk, kami cek dulu,” bebernya saat diwawancarai Radar Jogja kemarin (9/5).

Dalam proses ceklis, anak mendapat pertanyaan seputar kesehatannya. Semisal mengalami batuk, pilek, demam, nyeri telan, dan diare. Kemudian hanya anak dipastikan sehat yang diperkenankan masuk ke sekolah. “Ini sudah kami lakukan setiap hari sejak pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas,” sebutnya.

Siswa juga diimbau untuk membawa bekal pribadi. Siswa pun diminta untuk tidak jajan sembarangan. Sementara fasilitas kantin masih belum dibuka. “Tidak boleh juga tukar-tukaran alat makan dengan temannya. Itu yang sudah berjalan,” paparnya.

Turut dijelaskan hanya siswa kelas VI yang sudah masuk di SD ini. Sebab, mereka tengah menjalani ujian. Sementara untuk siswa kelas I-V melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui zoom meeting. Mereka baru akan masuk sekolah lagi pada Jumat (13/5). “Biar mereka sehat dulu di rumah (selepas ujian, Red),” lontarnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengungkapkan, segera mengeluarkan SE untuk sekolah. Sebagai kewaspadaan dini terhadap hepatitis misterius. “Karena sekolah sudah masuk,” sebutnya.

Emma mengimbau agar anak tidak beraktivitas di kerumunan. Berikut menjaga pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Seperti tidak berenang di tempat umum. Serta memastikan makanan dimasak dengan matang. Sebab, penyakit ini masih disebut misterius. Belum dipastikan pula cara penularan dan paparannya. “Kami mau screening siapa? Harus bergejala dulu. Yang penting prokes dan PHBS,” tegasnya.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu menambahkan, belum dapat laporan adanya hepatitis misterius. Dia berharap tidak ada kasus yang muncul. “Kasus hepatitis yang ada (sebelumnya ditemukan, Red) di Kota Jogja jenis hepatitis A dan B,” cetusnya.

Secara gejala, hepatitis misterius, A, dan B hampir mirip. Gejala berupa demam, mual, muntah, penyakit kuning, dan lainnya. “Makanya yang menentukan hasil (jenis hepatitisnya, Red) laboratorium,” tandas Endang. (fat/laz)

Jogja Raya