RADAR JOGJA – Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) Hamengku Buwono X (HB X) menanggapi tuntutan warga terkait penutupan TPST Piyungan. Berupa keinginan agar ada ruang dialog warga dengan pemerintah. Guna mencurahkan seluruh keluhan warga selama ini.

Diketahui bahwa warga menutup akses menuju TPST Piyungan. Berlangsung sejak Sabtu (7/5) hingga saat ini (10/5). Aksi ini merupakan tuntutan agar pemerintah menutup secara permanen lokasi pembuangan akhir sampai bagi Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kota Jogja.

“Nanti kita usahakan punya waktu (bertemu dan diskusi). Yang penting memang akan memperluas (lahan TPST Piyungan),” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Selasa (10/5).

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini mengakui bahwa TPST Piyungan sudah tak ideal. Sehingga pihaknya tengah menyiapkan sebuah lahan baru. Kedepannya akan menjadi lokasi pengolahan sampah di Jogjakarta.

Terkait teknis, saat ini masih dalam proses kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Proyek ini sendiri difasilitasi oleh Bappenas dan Kementerian Keuangan. Termasuk oleh PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

“Prinsip, yang lama kita tutup akan jadikan ruang terbuka hijau. Tempat baru yang juga di sebelahnya akan kembangkan,” katanya.

Walau begitu proses proyek ini juga tidaklah instan. PT. PII dan Bappenas memerlukan waktu yang cukup lama. Guna melakukan kajian hingga proses pembangunan akhirnya dimulai.

“Jadi waktunya memang lebih panjang. Nanti bagaimana mereka bisa memahami dan meyakinkan (masyarakat). Agar bisa ada ruang didialogkan dengan masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menuturkan pemerintah telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Tahapan awal kepada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM). Selaku pihak yang bertanggungjawab atas pembangunan dan pengembangan TPST Piyungan.

Tindak lanjut pertemuan tersebut adalah rapat internal jajaran Pemprov DIJ. Dinas PUP-ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIJ, lanjutnya, tengah mempercepat pembangunan. Tepatnya daya tampung di lokasi pembuangan yang lama. Agar bisa dimanfaatkan hingga lokasi yang baru siap.

“Tadi (9/5) saya juga kumpulkan teman-teman OPD yang intinya memang kita mohon untuk bisa segera dibuka secara sukarela saja, jangan terlalu lama untuk ditutup karena nanti akan berdampak pada sejumlah sampah yang mestinya di sana,” ujarnya.

Jajarannya juga terus menjaring aspirasi dari warga sekitar TPST Piyungan. Khususnya tentang kondisi kesehatan lingkungan. Mulai dari pengelolaan air Lindi atau air hujan yang mengaliri limbah sampah. Hingga talud dan akses jalan warga Piyungan.

“Kalau keluhan terkait ari lindi kemudian talud dan lain-lain, 2022 sudah kita alokasikan untuk bisa diperbaiki. Kemudian juga pemadatan terhadap sampah kita lalukan sehingga umur tempat penguangan akan lebih lama,” katanya. (Dwi)

Jogja Raya