RADAR JOGJA – Libur lebaran menjadi momentum yang tepat bagi para kusir andong Malioboro untuk kembali mendapatkan pundi-pundi rupiah. Selama dua tahun ke belakang para kusir andong Malioboro mengeluh karena sepinya penumpang akibat penerapan aturan PPKM. Pada awal Mei ini, pendapatan mereka meningkat bahkan hingga 100 persen. Hal ini menyusul aktivitas mudik dan wisata yang kembali mendapatkan izin oleh pemerintah

Salah satu kusir andong Malioboro, Sulis mengatakan, terjadi kenaikan jumlah penumpang yang sangat signifikan saat libur lebaran tahun ini. Dalam satu hari, dia mampu melakoni 4 hingga 5 kali perjalanan. Padahal, sebelumnya hanya satu atau dua kali perjalanan setiap hari. Meski permintaan tinggi, pihaknya mengaku tak menaikkan tarif. Dalam satu kali perjalanan, Sulis mematok harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu untuk rute memutar Kraton dan Malioboro.

“Sekarang bisa empat kali atau lima kali. Kalau biasanya payu (laku) satu kali saja sudah Alhamdulillah. Sekarang sudah normal, sudah dua tahun kan. Jadi ramai,” katanya saat ditemui di Malioboro, Senin (9/5).

Sementara itu, kusir andong Malioboro lainnya, Margiyono mengaku merasakan hal yang sama. Jika Sulis mampu melakukan 4 hingga 5 perjalan dalam sehari, Margiyono bahkan mampu melakukan 8 kali perjalanan dalam satu hari selama libur lebaran kemarin. Margiyono juga terpaksa menolak permintaan perjalanan demi kesehatan kuda miliknya.

“Dulu pas bulan puasa sepi sekali. Satu pun tidak ada muatan yang naik. Apalagi yang wisata juga tidak ada yang masuk sini. Tapi saat lebaran kemarin bahkan sampai nolak-nolak penumpang. Sehari bisa 8 kali putaran, kalau hari biasa cuma satu atau dua. Kalau sepi ya tidak menarik penumpang sekalipun,” ujarnya.

Margiyono menambahkan, kebanyakan penumpangnya merupakan wisatawan luar Kota Jogja. Menurutnya, penumpang tak terlalu banyak menawar harga. Berapapun tarif yang Margiyono berikan, para penumpang akan tetap menggunakan jasanya dengan senang hati. “Kalau yang di dalam Jogja ini sudah jarang yang naik andong. Makanya kalau penumpang dari luar Kota Jogja, tarif berapa saja tidak akan ditawar,” katanya. (isa/ila)

Jogja Raya