RADAR JOGJA – Puncak arus balik Lebaran 2022 terbukti terjadi kemarin (8/5). Sedikitnya ada 12.300 penumpang terpantau di Yogyakarta International Airport (YIA), Temon, Kulonprogo. Total ada 74 pergerakan pesawat dengan berbagai rute, termasuk rute penerbangan internasional.

“Ya, hari ini (kemarin, Red) puncak arus balik di YIA. Total penumpang mencapai 12.300 orang. Jumlah ini merupakan jumlah tertinggi selama YIA beroperasi,” ungkap PTS General Manager Bandara YIA Agus Pandu Purnama kemarin.

Dijelaskan, berbanding terbalik dengan arus mudik, jumlah penumpang kali ini lebih didominasi penumpang berangkat dibanding penumpang datang. Rute perjalanan terpadat yakni tujuan Jakarta (YIA-CGK), mencapai 60 persen. Selebihnya rute luar Jawa seperti Bali, Medan, dan Kalimantan.
Belasan ribu penumpang di YIA juga termasuk penumpang penerbangan internasional tujuan Malaysia (YIA-Kuala Lumpur). Jumlah penumpang berangkat ke Kuala Lumpur ada 140 orang lebih.

Total 12.300 penumpang itu dilihat dari manifes penumpang di YIA yang rata-rata sudah membeli tiket pulang dan pergi di momen libur Lebaran. Rinciannya ada 5.300 penumpang datang dan 6.800-an penumpang berangkat dari YIA. “Jumlah ini diperkirakan masih akan terus bertambah, karena ada juga penumpang yang beli tiket menjelang keberangkatan,” jelasnya.

Pandu menambahkan, pergerakan arus balik ini seiring berakhirnya masa libur Idul Fitri 1443 H. Area drop zone, area check in di masing-masing maskapai penerbangan, ruang tunggu keberangkatan hingga gate pemeriksaan tiket akhir sebelum penumpang masuk ke pesawat, terjadi antrean.

Terminal kedatangan juga sama, kendati kalah ramai, para penumpang datang dari pelbagai kota di Indonesia. Kebanyakan penumpang luar Jawa yang bekerja di Jawa, sebagian meluber di bagian depan terminal YIA. “Mengurai antrean di area check in, kami atur dengan garis dan menambah sejumlah petugas, agar kepadatan antrean bisa terurai lebih maksimal,” katanya.

Salah seorang penumpang, Arif Kurniawan, 52, asal Makassar memastikan ia tengah melakukan perjalanan balik. Kebetulan ia bekerja di sebuah perusahaan di Pacitan, Jawa Timur. “Senin saya sudah harus masuk kerja, saya mudiknya ke Makassar. Libur sudah selesai, saya harus kembali masuk kerja,” ucapnya.
Ratri Fitriana, 25, warga Kebumen, mengungkapkan hal senada. Ia memilih balik ke Bali menggunakan moda transportasi pesawat udara untuk menghindar kemacetan. Selama pandemi, ia juga baru pertama merasakan momen Lebaran di kampung halaman setelah dua tahun tidak pulang.

“Dua tahun pandemi saya tidak mudik. Mungkin juga banyak ya yang sama seperti saya, mudik. Lebaran tahun ini lebih longgar dan tentu banyak yang mudik. Banyak yang pulang menggunakan kendaraan pribadi, saya naik angkutan umum saja. Ini sudah mepet, Senin (9/5) saya sudah harus masuk kerja,” ungkapnya. (tom/laz)

Jogja Raya