RADAR JOGJA – Menghadapi lonjakan wisatawan saat libur Lebaran, pemerintah akan menerapkan pemerataan. Guna mencegah terjadinya penumpukan pengujung yang terpusat pada destinasi favorit saja.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo Joko Mursito mengaku sudah mengaktifkan program cakruk wisata istimewa. Yakni sebuah bentuk koordinasi antar pengelola wisata untuk mengatasi lonjakan pengunjung yang ada di 40 destinasi wisata. Hal ini dilakukan karena melihat pengalaman saat libur tahun baru 2022.

Dia pun memastikan, setiap pengelola wisata dan usaha jasa pariwisata (UJP) di Kulonprogo telah siap dengan berbagai aturan. Dan akan menaati berbagai regulasi untuk pencegahan virus Covid-19. Seperti penerapan protokol kesehatan yang berbasis sertifikasi cleanliness, health, safety and environment sustainability (CHSE). “Kami juga sudah bekali pengelola wisata dengan vaksinasi,” ujar Joko beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana menuturkan, koordinasi antar pengelola wisata diharapkan bisa lebih ditingkatkan. Sehingga tidak terjadi penumpukan pengunjung pada satu destinasi wisata. “Apabila terjadi penumpukan wisatawan, tentu upaya pemerataan bisa menjadi salah satu pilihan,” tegas Fajar.

Terlebih liburan kali ini, lanjut Fajar, wisatawan diprediksi akan melonjak. Mengingat adanya kelonggaran syarat perjalanan bagi wisatawan. Seperti tidak lagi diwajibkan membawa bukti negatif hasil tes Covid-19. Baik saat menggunakan moda transportasi dan masuk ke destinasi wisata.
Karena masih di masa pandemi, kata Fajar, penggunaan aplikasi PeduliLindungi bisa dimaksimalkan. Khususnya di wilayah yang masih dijangkau oleh sinyal internet. Namun apabila terdapat wilayah dengan permasalahan sinyal atau blank spot, pengelola wisata diharapkan dapat memastikan kelengkapan bukti vaksinasi bagi wisatawan. “Upaya mencegah klaster lebaran,” harapnya. (inu/eno)

Jogja Raya