RADAR JOGJA – Meski belum resmi dibuka oleh pusat, Jembatan Kretek II yang berada di atas aliran Sungai Opak akan dimanfaatkan oleh Pemkab Bantul pada libur Lebaran ini. Alasannya, jembatan yang menghubungkan Desa Tirtohargo dan Desa Parangtritis ini dinilai sebagai pengurai kepadatan wisatawan yang menuju pantai selatan Bantul.

Sekretaris Dinas Perhubungan Bantul Singgih Riyadi mengatakan, Jembatan Kretek II sendiri akan dibuka secara terbatas mulai 29 April hingga 6 Mei 2022. Adapun pembatasan yang dilakukan yakni dengan pengaturan waktu buka mulai pukul 07.00 sampai pukul 17.00, serta hanya boleh dilintasi setengah jalur.

Terkait alasan pembukaan, Singgih menilai Jembatan Kretek II akan menjadi solusi pengurai kepadatan kendaraan saat libur Lebaran, karena bisa menjadi jalur alternatif pemudik. Entah pemudik dari arah barat yang akan menuju Gunungkidul, Wonogiri, Jawa Tengah dan wilayah lainnya yang tersambung dengan jalan jalur lintas selatan (JJLS).

Singgih menyatakan Dinas Perhubungan Bantul juga telah melakukan rapat dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) terkait pengoperasian sementara Jembatan Kretek 2. Yakni dengan harapan bisa mengurangi kepadatan di Jalan Jogja-Wonosari dan Jalan Parangtritis.

“Kami juga sudah menyiapkan sejumlah petunjuk arah terkait dengan pembukaan sementara jembatan itu, mulai Srandakan dan Jalan Jogja-Wates maupun di Jalan Parangtritis,” ujar Singgih saat ditemui Radar Jogja kemarin (28/4).

Jembatan Kretek II merupakan proyek baru dan cukup menarik minat masyarakat untuk berkunjung, lantaran pemandangannya yang indah. Hal ini pun dikhawatirkan apabila jembatan tersebut nantinya justru menjadi spot selfie atau berswafoto dan menyebabkan kemacetan.

Sebagai antisipasi hal itu, ia mengaku sudah menyiapkan personel agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di lokasi jembatan. Personel itu nantinya akan mengimbau pengguna jalan agar jangan berhenti dan tidak mengganggu lalu lalang kendaraan di sepanjang jembatan.

“Memang view di sana cukup bagus. Untuk itu kami antisipasi supaya jangan sampai ada pemudik dan wisatawan berhenti untuk foto-foto,” ucap Singgih.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Bantul AKP Gunawan Setiyabudi menyatakan, peningkatan kendaraan di wilayah Bantul diprediksi akan terjadi pada H+1 Lebaran atau Minggu (1/5). Di mana untuk titik rawan kemacetannya akan berada di objek wisata Pantai Parangtritis.

Terkait hal itu pihaknya sudah menyiapkan upaya rekayasa lalu lintas dengan memanfaatkan JJLS. Yakni mengarahkan wisatawan yang pulang dari Pantai Parangtritis menuju ke JJLS sisi barat melalui Jembatan Kretek II agar bisa ke arah Samas dan melewati Jalan Bantul. “Dengan upaya ini harapannya Jalan Parangtritis nanti tidak terlalu padat,” tandasnya. (inu/laz)

Jogja Raya