RADAR JOGJA – PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 6 Jogjakarta mendirikan posko angkutan lebaran mulai Jumat (22/4) hingga 13 April 2022. Manajer Humas PT KAI Daop 6, Supriyanto menjelaskan berdasarkan pemantauan, telah terjadi kenaikan penumpang yang signifikan.

Dia memaparkan puncak arus mudik terprediksi pada 27 April 2022. Setidaknya terdapat kurang lebih sebanyak 8.000 penumpang yang turun di wilayah Daop 6.

“Puncaknya kalau data kami tanggal 29 itu ada kurang lebih hampir 12 ribu penumpang yang turun di wilayah Daop 6 Jogjakarta. Ini penumpang kereta jarak jauh semua,” jelasnya saat ditemui di Stasiun Lempuyangan, Jumat (22/4)

Supriyanto menambahkan apabila dibandingkan tahun lalu, peningkatan penumpang terjadi cukup signifikan. Bahkan untuk mengantisipasi melonjaknya penumpang, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 5 gerbong kereta tambahan.

Sebelumnya, PT KAI Daop 6 Jogjakarta telah menyiapkan sebanyak 18 KA regular. Rencananya akan disediakan kembali sebanyak 2 gerbong kereta tambahan. Tiket KA reguler dan 5 gerbong tambahan tersebut telah dijual sejak 1 April lalu, atau sekitar H-45 lebaran.

“Kalau dibanding dengan tahun kemarin, tinggian ini. Karena tahun kemarin masih banyak kereta yang belum jalan juga. Tahun ini memang belum semua KRL jalan tapi hampir 90 persen KA di wilayah Daop 6 ini dijalankan. Dari program kami 282 ribu penumpang selama masa posko 22 hari ini dari pantauan kami sudah 139 ribu penumpang yang membeli tiket untuk keberangkatan,” katanya.

Arus balik diperkirakan akan mulai ramai mulai tanggal 4 April hingga 6 April. Sementara puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 7 April mendatang. Supriyanto menilai saat ini para pemudik dimudahkan dengan keluarnya aturan baru mengenai hasil negatif tes Covid-19 yang tak lagi menjadi syarat.

Bagi masyarakat umum yang telah menerima vaksinasi hingga dosis ketiga dan dosis kedua untuk anak, tak perlu lagi membawa hasil negatif tes antigen. Sedangkan untuk anak di bawah usia 6 tahun juga tak perlu melampirkan hasil tes negatif antigen. Hanya saja anak harus didampingi dengan orang tua yang telah memenuhi syarat dalam melakukan perjalanan.

“Penumpang kami rasa mereka memahami. Apalagi sudah ada pembaharuan terkait dengan anak usia 6 sampai 17 tahun yang kemarin menjadi kendala bagi masyarakat rata-rata mengajak anak di bawah 18 tahun dan rata-rata juga belum booster,” ujarnya.

Meski tak ada larangan mudik, masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, terutama penggunaan masker. Mengingat pada tahun ini antusias masyarakat yang mudik akan tinggi usai dua tahun ke belakang tak pulang ke kampung halaman.

“Imbauan kami memang antusiasme mudik tahun ini sangat luar biasa karena dua tahun tidak mudik lantaran aturan pemerintah. Jadi kami mengimbau kepada masyarakat tetap hati-hati, jaga prokes. Kedua jauhi kerumunan, yang ketiga patuhi seluruh peraturan yang sudah disiapkan oleh pemerintah,” imbaunya. (isa/Dwi)

Jogja Raya