RADAR JOGJA – Dari total ruas jalan 1.136 kilometer di Kabupaten Gunungkidul, 26,35 persennya atau 299,5 kilometer mengalami rusak berat. Untuk memperlancar akses pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri, sejumlah jalur jalan berlobang ditambal sulam.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR) Kabupaten Gunungkidul, Wadiyana mengatakan, mendekati Lebaran pihaknya melakukan perbaikan jalan. Tapi karena belum semua ruas jalan rusak diperbaiki, antisipasi kerawanan dilakukan dengan memasang papan peringatan agar pengguna jalan waspada.

“Sepuluh titik jalan berlubang di wilayah Gunungkidul ditambal. Proses ini dilakukan sebagai sarana untuk memperlancar akses pada saat perayaan Idul Fitri,” kata Wadiyana dihubungi kemarin (22/4).

Dia menjelaskan, sepuluh jalan yang ditambal meliputi ruas Semanu-Panggul, Semanu-Karangmojo, Semanu-Jonge. Selain itu, ada jalan penghubung Gading-Karangtengah, Gari-Pakeljaluk, Pancuran-Giring, Siyono-Baleharjo, Jatiayu-Kalilunyu serta Jalan Tentara Pelajar dan Ksatriyan di Kota Wonosari.
“Proses perbaikan sudah dilaksanakan sejak Kamis 14 Februari lalu. Penambalan bagian dari pemeliharaan jalan rutin dilakukan setiap tahun,” ujarnya.

Diharapkan, penambalan jalan dapat memperlancar arus lalu lintas. Selain itu, juga sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan di sekitar lokasi. Menurutnya, total ruas jalan kabuapten di Gunungkidul sepanjang 1.136 kilometer. Dari jumlah ini, jalan dalam kondisi baik sepanjang 207,56 kilometer atau 12,25 persen, jalan kondisi sedang 481,6 kilometer atau 42,37 persen. Sedankan untuk yang rusak ringan147,6 km atau 13,02 persen dan rusak berat sepanjang 299,5 kilometer atau 26,35 persen.

“Mudah-mudahan kedepan akses jalan menjadi lebih baik dan aman,” ucapnya.
Lebih jauh dikatakan, sepanjang 2022 ada program perbaikan di jalan rusak dengan mekanisme lelang. Salah satunya perbaikan jalan penghubung Tambakromo-Semin sepanjang 5 kilometer dengaan anggaran sekitar Rp 11 miliar.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Griyavinto Sakti mengaku telah melakukan pemetaan jalur mudik lebaran. Hasil dari identifikasi, jalur rawan kecelakan berada di ruas jalan Patuk-Gading, Wonosari-Semanu, Karangmojo-Semin, Gading-Paliyan.

Sedangkan untuk jalur rawan macet saat libur Lebaran berada di ruas Patuk-Sambipitu serta jalur pantai khususnya dari Baron sampai Indrayanti. Akan dilakukan survey jalur gabungan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) di jalu mudik maupun wisata.

“Koordinasi juga terkait dengan pemasangan rambu pengarah, rambu peringatan, rambu petunjuk untuk dilengkapi,” kata Martinus Griyavinto Sakti.
Selain komunikasi dengan dinas perhubungan (dishub) pihaknya juga berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup terkait penebangan pohon yang menghalangi jalan atau rawan roboh. Harapannya, keselamatan berkendara dapat terjaga dengan baik. “Kami meminta kepada pengguna jalan menaati aturan lalulintas,” ungkapnya.

Terpisah, warga Duwet, Wonosari Suparno mengatakan, tahun ini tersasar program aspirasi anggota dewan. Jalan kabupaten rusak parah, dan sering memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. Jalan di kampungnya mendesak diperbaiki karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Terlebih mobilitas kendaraan yang melintas cukup padat, terutama truk muatan berat. “Dengan demikian setelah diperbaiki harapannya perekonomian masyarakat meningkat,” kata Suparno. (gun/bah)

Jogja Raya