RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengapresiasi kepolisian yang berhasil menangkap pelaku kejahatan jalanan yang menewaskan pelajar SMA Muha Jogja. HB X pun menyerahkan penanganan kasus ini kepada proses hukum.

HB X menandaskan, kelima pelaku yang sudah melakukan tindak kejahatan jalanan, terlebih menewaskan seorang pelajar, harus diproses hukum. Terlebih jika pelaku sudah berusia dewasa. “Memang saya punya harapan, ada proses hukum,” katanya saat ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Jogja, kemarin (11/4).

Dikatakan, ada pergeseran pelaku kejahatan jalanan yang lazim disebut klithih itu dari anak-anak ke dewasa. Seperti yang tertangkap dalam kasus ini, tiga tersangka berstatus pelajar SMK, satu mahasiwa dan seorang lagi pengangguran.

Sejatinya, pemprov sejauh ini memberi perhatian khusus kepada pelaku klithih agar tidak terjerumus melakukan tindak kriminalitas. Terlebih, bagi pelaku klitih baik remaja maupun anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Utamanya, mereka yang ditolak oleh keluarganya.

“Kalau anak-anak akhirnya harus keluar dari rumah dan dia tidak diakui lagi, terus mau ke mana. Ya, pemerintah daerah harus menampungnya dan itu sudah kami lakukan,” ujar bapak lima puteri dan yang juga raja Keraton Jogja ini.
Mereka yang ditolak itu, lanjut HB X, akan dibina dan didampingi oleh lembaga atau yayasan yang bergerak di bidang tersebut. Selama ini, pemprov sudah menampung anak-anak yang memiliki permasalahan hukum karena perkelahian atau lainnya.

“Ada juga anak di bawah umur yang punya masalah hukum, karena perkelahian dan lainnya. Sebagian orang tua tidak mau menerima, ya tak openi, saya bina. Ini tidak ada masalah. Tapi kita harus tahu masalahnya dan kita harus menyelesaikan persolaannya,” jelasnya.

Menurut gubernur, pokok permasalahan klithih adalah karena ada hubungan kehidupan di rumah tangganya. Anak yang hidup di tengah permasalahan keluarganya berpotensi melalukan tindakan kriminalitas. (wia/laz)

Jogja Raya