RADAR JOGJA – Kondisi penularan Covid-19 di DIJ mengalami tren penurunan. Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 jugta rendah. Meski demikian, kasus kematian masih tergolong tinggi.

Dalam sepekan terakhir atau 28 Maret-4 April 2022 dilaporkan jumlah kematian akibat Covid-19 sebanyak 56 orang. Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, sebagian besar kematian terjadi di rumah sakit.

Pasien dirujuk dalam keadaan sudah parah. Terlebih lanjut usia (lansia) dan punya penyakit penyerta atau kormobid. Hal ini dikarenakan mayoritas warga menganggap virus Covid-19 jenis omicron tidak berbahaya seperti varian sebelumnya.

“Pengertian di masyarakat, kalau batuk dan flu ada gejala Omicron kemudian tidak segera periksa, karena cukup dengan minum vitamin sudah sembuh. Tetapi kita lupa, pasien itu ada yang kormobid dan sudah lansia, jadi harus tetap waspada,” ujarnya kemarin (4/4).

Oleh sebab itu, Aji meminta kelompok rentan tetap waspada dan memeriksakan diri apabila kondisi tubuh menurun. Ia tidak mengindahkan apabila ada pasien menunggu kondisi parah baru bergegas ke rumah sakit.
“Dari informasi yang kita terima kan juga masih ada Delta. Jadi kalau merasa ada komorbid, maka kalau ada gejala segera periksa biar didampingi obat,” ujarnya.

Sementara itu, penambahan kasus positif Covid-19 di DIJ kemarin sebanyak 25 kasus. Sehingga total kasus terkonfirmasi menjadi 219.891 kasus. “Penambahan kasus sembuh 305 kasus, sehingga total sembuh menjadi 207.295 kasus. Adapun 4 kasus meninggal sehingga kasus meninggal menjadi 5.836 kasus,” ujar Kabag Humas dan Protokol DIJ Ditya Nanaryo Aji. (cr4/laz)

Jogja Raya