RADAR JOGJA – Biro Tata Pemerintahan (Tapem) Setprov Pemprov DIJ berkomitmen memberantas segala bentuk kejahatan jalanan. Diawali dengan pembahasan komitmen dan kerjasama bersama Polda DIJ. Salah satunya berupa upaya mengoptimalkan Jaga Warga di tingkat Kalurahan dan Kelurahan.

Kepala Bagian Bina Pemerintahan Kalurahan, Kelurahan dan Kapanewon, Kemantren Biro Tapem Setprov Pemprov DIJ KPH Yudanegara menyampaikan Kalurahan memiliki peran penting. Bermodalkan sifat gotong royong warga yang terwujud melalui Kelompok Jaga Warga.

“Sesuai Pergub DIJ 28/2021, Kelompok Jaga Warga memiliki tugas membantu menyelesaikan konflik sosial di lingkungan masyarakat. Modal sosial ini dapat menjadi tambahan kekuatan untuk turut menanggulangi kejahatan jalanan di masing-masing wilayah,” jelas Kanjeng Yuda sapaannya saat kunjungan di Mapolda DIJ, Selasa (5/4).

Adanya kejahatan jalanan tersebut, lanjut Kanjeng Yuda, bisa terantisipasi secara dini. Kelompok Jaga Warga dapat mengawasi titik-tirim rawan. Tentunya yang ada di masing-masing wilayah.

Kanjeng Yuda meyakini upaya antisipasi kejahatan jalanan lebih efektif. Ini karena Kelompok Jaga Warga lebih mengenal wilayahnya. Termasuk mengontrol aktivitas diluar jam normal. Seperti anak-anak yang pergi diatas jam rumah.

“Kegiatan monitoring aksi anak-anak yang berpotensi melakukan kejahatan jalanan secara kontinyu dilaporkan ke Polsek terdekat melalui Bhabinkamtibmas. Ini tentu efektif,” katanya.

Skema lain adalah mengaktifkan jam belajar masyarakat. Cara ini agar anak berada di rumah pada malam hari. Tentunya para orangtua dapat mengawasi aktivitas anaknya secara intens.

Suami GKR Bendara ini meminta Jaga Warga tingkat kalurahan ikut mengawasi aktivitas anak-anak muda. Termasuk setelah jam belajar masyarakat. Dapat berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Polsek setempat.

“Bila mulai meresahkan masyarakat. Sebagai orang tua, kami juga tidak ingin anak-anak kami menjadi pelaku, terlebih korban kejahatan jalanan. Mencegah lebih baik daripada mengobati,” ujarnya.

Dirreskrimsus Polda DIJ Kombes Pol Roberto Gomgom Manorang Pasaribu mengaku siap menjalankan arahan Gubernur DIJ Hamengku Buwono X. Pesan tersebut akan menindak tegas pelaku kejahatan jalanan. Sejalan dengan Kapolda DIJ Irjen Pol Asep Suhendar tentang arahan solusi kejahatan jalanan.

“Bapak Kapolda juga telah memberikan beberapa arahan misalnya melakukan pembinaan dan penyuluhan secara berkala kepada pelajar SMP dan SMA terkait kejahatan jalanan oleh Bhabinkamtibmas serta melakukan razia pada tas bawaan pelajar,” katanya.

Kapolda, lanjutnya, juga berpesan agar ada perbaikan insfratruktur jalan. Terutama penerangan jalan raya. Selain itu juga memasang spanduk imbauan lokasi rawan kejahatan.

Sementara itu, pihaknya akan mengawasi penggunaan kendaraan siswa. Apabila tak memiliki SIM maka akan ada sanksi. Dia mengimbau agar orangtua tak memberikan akses kendaraan untuk anak dibawah umur.

“Sementara itu, upaya penegakan hukum juga akan dilakukan seperti mengejar dan menangkap pelaku kejahatan serta memproses pidana secara maksimal yang dikoordinasikan dengan kejaksaan dan pengadilan negeri agar mendapat hukuman maksimal,” ujarnya.

Dia juga meminta para orangtua aktif mengawasi anaknya. Anak harus berada di rumah sebelum jam 22.00 WIB. Selain itu juga mengawasi pergaulan di lingkungan bermain anak.

“Kunci utama di orangtuanya masing-masing. Jangan terlalu lengah dalam mengawasi. Kasih sayang boleh tapi harus tegas,” katanya.(*/Dwi)

Jogja Raya