RADAR JOGJA – Masjid Jogokariyan menyelenggarakan pasar tiban, seperti tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, pelaksanaan pasar tiban yang disebut Kampoeng Ramadan Jogokariyan (KRJ) itu tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes) ketat.

Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Muhammad Jazir mengatakan, pasar sore Ramadan berlangsung di kompleks Masjid Jogokariyan. Pada Ramadan tahun ini, ada sekitar 350 stan yang dipersiapkan.

“Yak, kami tetap melaksanakan KRJ pada Ramadan kali ini. Nanti masalah prokes kami perhatikan betul. Ada panitia khusus yang dibentuk untuk menegur dan mengingatkan pengunjung yang abai prokes,” tambah Jazir kemarin (3/4).

Penyelenggaraan pasar sore Ramadan sudah tahun ketiga dilaksanakan selama pandemi Covid-19. Meski sudah turun PPKM level 3, tidak lantas bebas. Pemkot Jogja mewanti-wanti penyelenggaraan yang tak menerapkan aturan prokes, petugas diterjunkan untuk melakukan pengawasan.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, aturan penyelenggaraan pasar sore Ramadan masih tetap sama dengan aturan selama pandemi sebelumnya. Penyelenggara harus memperhatikan penerapan prokes. Terutama terkait jarak antarpedagang atau stan. Sehingga pembeli tidak terlalu padat. “Jangan saling berdempetan tempat dagangan satu dengan lainnya. Harus ada upaya menjalankan prokes,” katanya.

Wakil Wali Kota Jogja itu menaruh kepercayaan kepada panitia penyelenggara bisa melaksanakan aturan prokes saat perhelatan selama Ramadan ini.

Termasuk soal pasar tiban untuk mencari kudapan berbuka puasa bisa nyaman dikunjungi dan aman bagi semuanya. Sebab, kegiatan serupa pernah dilangsungkan pula di tengah pagebluk korona, sehingga bukan hal baru lagi.
“Ini kan tidak hanya saat ini, sudah tahun ketiga (pasar sore) dilakukan saat pandemi. Dan saya yakin teman-teman penyelenggara sudah tahu bagaimana menjalankan prokes dengan baik,” ujarnya.

Meski begitu, intervensi bakal dilakukan manakala ada kerumunan pasar sore yang tak terkendali lagi. Meski kasus Covid-19 sudah mulai melandai, masyarakat diminta tak menyepelekan sebarannya. Maka penerapan prokes perlu menjadi perhatian.

“Kami baru akan mengatur kalau ada kerumunan yang tidak terkendali. Sekarang kita percayakan kepada teman-teman satgas di kemantren dan pengelola atau penyelenggara pasar sorenya,” tambah HP.

Sebelumnya, Kepala Satpol PP Kota Jogja Agus Winarto berkomitmen akan turut mengawal keramaian, termasuk pelaksanaan pasar sore Ramadan sesuai kesepakatan pengaturan di masing-masing kemantren. Pengawasan akan dilakukan melibatkan personel BKO di wilayah dan berkoordinasi dengan para Mantri Pamong Praja. (wia/laz)

Jogja Raya