RADAR JOGJA – Setiap hari kebutuhan cairan dan pola makan sehat harus dipenuhi. Begitu pula selama bulan puasa. Justru masyarakat harus lebih memerhatikan asupan gizi yang terkandung dalam makanan sebelum beraktivitas.

Saat beraktivitas, pola hidup sehat harus tetap dijaga. Seperti dengan berolahraga dan memakan makanan bergizi. Selain olah raga, makanan sangat memengaruhi kesehatan dan kebugaran tubuh. Terutama saat berpuasa.

Sehat saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan makanan bergizi. Pemenuhan gizi seimbang itu harus disesuaikan dengan piramida makanan. Dokter Spesialis Gizi Klinik Dr dr Luciana B. Sutanto MS, SpGK (K) mengatakan, piramida makanan harus memenuhi prinsip-prinsip dasar dari makanan sehat, yakni variatif, seimbang, dan terbatas.

Untuk mencukupi kesehatan dan kebugaran tubuh, semua zat gizi harus terpenuhi. Berdasarkan anjuran dari Kementerian Kesehatan, Luci menyebut, makanan yang bergizi terdiri atas karbohidrat sebagai makanan pokok, sayuran yang mengandung serat, vitamin, dan mineral, lauk-pauk yang mengandung protein, serta buah-buahan yang mengandung serat dan vitamin. “Anjuran dari Kemenkes seperti itu. Itulah yang menjadi ‘isi piringku’. Jadi porsinya harus sesuai,” ujarnya saat dihubungi Radar Jogja kemarin (1/4).

Menurutnya, kompoisi makan seimbang adalah ketika satu piring dibagi dua. Setengah piring berisi 2/3 karbohidrat kompleks, 1/3 lauk pauk, dan setengah piring lainnya berisi buah dan sayur-mayur.

Selain itu, dia meminta agar mengikuti jadwal makan yang baik dengan menu makan yang sesuai anjuran. Seperti ketika sebelum berbuka puasa, dia mengatakan harus dengan makanan pembuka atau takjil. Disusul dengan makanan lengkap, selingan makan setelah salat tarawih, sahur diawali dengan minum air, dan makanan lengkap.

Pasalnya, saat seseorang berpuasa, otomatis asupan energi dalam tubuhnya akan bergantung pada asupan gizi yang didapat saat sahur. Sehingga penyusunan menu sahur dan buka puasa harus benar-benar dicermati. Tujuannya untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Namun, bagi yang memiliki penyakit lambung seperti asam lambung, mag, GERD, dan lain-lain juga harus diperhatikan asupan makan dan gizinya. Terutama tidak memakan makanan yang mengandung asam dan pedas. “Jangan minum kopi saat kondisi perut masih kosong dan setelah makan jangan langsung tidur,” paparnya.

Ia meminta agar tetap memenuhi kebutuhan cairan untuk tubuh sekitar delapan gelas atau 2 liter per hari. Guna mengganti suplai air yang hilang selama beraktivitas.

Dalam salah satu kutipan di Instagram-nya, Luci mengatakan, di dunia ini tidak ada makanan yang paling baik atau paling buruk. Ketika meminum vitamin pun, tidak sembarang. “Vitaminnya harus dosis kecil. Kalau dosis tinggi, lebih dianjurkan kepada yang lebih kekurangan vitamin dan sesuai anjuran dokter,” tambahnya. (aya/laz)

Jogja Raya