RADAR JOGJA – Tuntas sudah kiprah DNA Bima Perkasa Jogja (BPJ) di Indonesian Basketball League (IBL) musim 2022. Mereka menutup liga dengan hasil mengecewakan. Tidak hanya gagal menembus babak playoff, tim kebanggaan Kanca Bima itu juga finish di dasar klasemen Divisi Merah dengan koleksi 25 poin.

Pada IBL musim ini, performa DNA BPJ memang jauh dari kata memuaskan. Performa mereka bapuk alias jelek. Dari 22 pertandingan yang dijalani, mereka hanya mampu meraih tiga kali kemenangan. Sisanya berakhir dengan kekecewaan. Teranyar, tim besutan Kartika Siti Aminah itu ditekuk West Bandits dengan skor telak 91-43 di Hall Basket Senayan, Jakarta Selasa malam (29/3).

Pada laga pamungkas itu, DNA BPJ memang tak diperkuat pemain asing. David Atkinson dan Jordan Jacks absen karena dibekap cedera. Alhasil, mereka tidak berdaya mengimbangi kecepatan para pemain West Bandits di sepanjang kuarter.

Seperti diketahui, David Atkinson dan Jordan Jacks harus menepi sejak pekan ke-2 IBL pada awal Maret lalu. Atkinson bahkan divonis absen hingga akhir musim akibat cedera parah yang dideranya. Saat ini keduanya sudah berada di Amerika untuk menjalani recovery cedera.

Tak dipungkiri absennya kedua legiun asing itu sangat berimbas pada permainan DNA BPJ. Gap kualitas antara pemain cadangan dengan inti jadi masalah serius selama gelembung IBL. Hal tersebut diungkapkan Kartika Siti Aminah. “Masalah kami ada di rotasi, tidak ada banyak pilihan di lain sisi kondisi fisik belum baik. Kami jadi sering keteteran dan terlambat di awal-awal kuarter,” ujar pelatih yang biasa disapa Coach Ika itu.

Selain faktor cedera pemain, kondisi fisik juga jadi kendala. Coach Ika mengatakan, menurunnya fisik para pemain sejak pra musim sulit dikembalikan. Akibatnya, game plan hancur total. Defense terlalu mudah dibobol lawan sedangkan serangan tak seintens musim lalu.

Meski mengakhiri liga dengan catatan buruk, manajemen DNA BPJ mengapresiasi kerja keras dan perjuangan para pemain. Owner DNA BPJ Edy Wibowo berpesan apapun hasil yang didapat, para pemain harus menegakkan kepala. “Jelas hasil yang tidak kami inginkan tapi kepala harus tetap tegak. Musim ini memberi pengalaman menyakitkan untuk kita semua, agar kita bisa bangkit lagi,” ucap Edy.

Setelah ini, kata Edy, manajemen akan gerak cepat melakukan evaluasi secara menyeluruh. Harapannya musim depan satu-satunya wakil Jogjakarta di IBL itu bisa meraih hasil sesuai harapan. (ard/din)

Jogja Raya