RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X) menegaskan kawasan Malioboro terlarang untuk otoped atau skuter listrik. Pernyataan ini guna menanggapi masih maraknya operasional di kawasan pedestrian dan ruas jalan Malioboro. Selain mengganggu juga membahayakan pengguna jalan lainnya.

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menegaskan sejatinya regulasi berada di Pemkot Jogja. Hanya saja hingga saat ini belum terbit. Khususnya terkait penataan penggunaan otoped dan skuter listrik di kawasan Malioboro.

“Lho (aturan) itu tingkat kota (Pemkota Jogja) kalau saya hanya sediakan (Malioboro) untuk pejalan kaki, enggak ada otoped,” jelasnya ditemui di DPRD DIJ, Senin (28/3).

Regulasi, lanjutnya, memang menjadi wewenang Pemerintah Kota Jogja. HB X mengaku sudah berulang kali bertanya tentang regulasi ke Pemkot Jogja. Sayangnya hingga saat ini belum mendapatkan jawaban.

HB X menuturkan akan mengambil langkah tegas. Apabila tak terbit, pihaknya akan mengeluarkan regulasi baru. Fokusnya pelarangan operasional otoped dan skuter listrik di kawasan Malioboro.

“Yang punya wewenang kota (Pemkot Jogja) kan sudah janji mau mengeluarkan itu. Yang penting saya ngomong sudah dua kali. Kalau nanti saya tegur lagi enggak keluar, ya saya keluarkan sendiri aja,” tegasnya. (Dwi)

Jogja Raya