RADAR JOGJA – Hujan deras disertai angin kencang berdampak kerusakan di sejumlah wilayah di Jogjakarta. Kerusakan terparah didominasi oleh Kabupaten Sleman. Mayoritas adalah pohon tumbang di sejumlah Kapanewon.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantana memastikan telah ada peringatan dini cuaca oleh BMKG DIJ. Tercatat ada tiga kali peringatan yang diterbitkan. Mulai dari 13:56 WIB, 14:37 WIB dan 15:23 WIB. Terjadi hujan deras disertai angin kencang melanda di wilayah Jogjakarta.

“Untuk Kabupaten Sleman ada 10 Kapanewon yang terdampak serius. Diantaranya Depok, Mlati, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Turi, Prambanan, Cangkringan, Tempel, dan Gamping,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya, Senin malam (28/3).

Dampak dari hujan angin adalah pohon tumbang. Tercatat terjadi di 25 lokasi yang berbeda. Adapula 8 rumah rusak akibat tertimpa pohon atau atap berterbangan.

BPBD DIJ juga mencatat ada 9 akses jalan tertutup. Lalu 3 titik papan reklame roboh, 6 titik jaringan listrik mati, 2 titik tempat usaha rusak. Akibatnya 3 unit kendaraan roda empat dan 4 unit kendaraan roda dua rusak tertimpa pohon atau rerklame.

“Tower 1 titik rusak lalu 1 fasilitas umum rusak, 2 fasilitas pendidikan rusak. Untuk korban jiwa nihil,” katanya.

Pihaknya juga melaporkan dampak hujan angin kencang di Kabupaten Kulonprogo. Tepatnya di. Kapanewon Samigaluh dan Kapanewon Kalibawang. Kerusakan berupa 2 pohon tumbang dan satu akses jalan tertutup.

Untuk pembersihan melibatkan tim BPBD DIJ maupun kabupaten dan kota. Adapula keterlibatan relawan di setiap Kalurahan maupun Kelurahan.

“Tindakan telah dilakukan penanganan berupa pembersihan lingkungan terdampak, perbaikan, pemotongan pohon tumbang, perbaikan jaringan listrik dan komunikasi. Sampai saat ini proses penanganan masih berlangsung di sejumlah titik,” ujarnya. (Dwi)

Jogja Raya