RADAR JOGJA – Pengda Hapkido Indonesia (DI) DIJ menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Grha Satria Bangsa, Kasihan, Bantul Sabtu (19/3). Ajang ini dihelat sebagai persiapan menghadapi dua event sekaligus. Yakni Pra-PON 2023 dan Kejurnas V HI yang berlangsung di Padang, 6-7 Agustus mendatang.

Sebanyak sepuluh dojang (klub) ambil bagian dalam kejurda tahun ini. Ajang kelima yang digelar Pengda HI DIJ itu mempertandingkan dua kategori, yakni tarung atau daeryun dan seni (hyung dan hosinsul). Mulai dari kelas cadet, junior hingga senior.

Nah, pada kejurda tersebut Independen Hapkido Academy (IHA) menjadi yang terbaik dengan raihan 12 emas, tujuh perak dan delapan perunggu. Kemudian disusul UAJY ditempat kedua dengan delapan emas, lima perak dan satu perunggu. Sedangkan peringkat ketiga ada MR Club dengan torehan empat emas, sembilan perak dan tujuh perunggu.

Ketua Umum Pengda Hapkido DIJ KPH Indrokusumo mengatakan, Kejurda yang berlangsung tanpa penonton itu berjalan lancar. Berbeda dengan gelaran sebelumnya, kejuaraan kali ini hanya diikuti tim-tim Kota Gudeg. Itu dilakukan untuk memetakan kekuatan yang dimiliki DIJ. “Karena masih pandemi ajang ini kami gelar dengan protokol kesehatan ketat. Kuota peserta dan nomor pertandingan juga dibatasi,” ujar KPH Indrokusumo.

Selain persiapan jelang Pra-PON 2023, kata KPH Indrokusumo, Kejurda juga sebagai salah satu upaya untuk regenerasi atlet. “Apalagi kan Hapkido sudah dipertandingkan sebagai cabor resmi di PON XXI Aceh-Sumut 2024,” katanya.

Adapun Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ juga mengapresiasi Kejurda yang digelar HI DIJ. Sebab meski pandemi Covid-19, Kejurda sukses dihelat dengan menekankan kualitas tanpa sedikitpun meninggalkan prokes. “Kejurda bisa membuktikan bahwa adik-adik bisa berprestasi dan menjunjung tinggi klub atau dojangnya,” ucap Binpres KONI DIJ Agung Nugroho. (ard/bah)

Jogja Raya