RADAR JOGJA – Sebanyak 27 delegasi mengikuti Presidensi Indonesia G20 di Hotel Royal Ambarrukmo Jogjakarta, Rabu malam (16/3). Ini sekaligus mengawali serangkaian kegiatan G20 yang akan berlangsung di Jogjakarta. Tentunya dengan topik dan isu yang berbeda untuk setiap pertemuannya.

Sekprov Pemprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji menuturkan topik pertama membahas tentang pendidikan. Langkah ini juga untuk menjawab dan meramu solusi atas isu yang terjadi di setiap negara anggota G20. Termasuk melihat dinamika perkembangan masing-masing negara.

“Iya hari ini sudah dimulai di (Hotel) Ambarrukmo untuk pendidikan. Ada 10 rangkaian di Jogjakarta ini. Ada yang di Hotel Tentrem dan Hyatt di bulan Maret ini. Selain pendidikan juga tentang tenaga kerja dan lainnya,” jelasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Rabu (16/3).

Terkait penyelenggaraan, Aji memaparkan tidak semua delegasi datang. Sejatinya dalam forum ini melibatkan sekitar 200 delegasi dari 19 negara. Adanya pandemi Covid-19 juga membuat pelaksanaan berlangsung secara daring.

“Yang hadir fisik 27 ini dari kapital masihg-masing dan perwakilan asing di Jakarta. Baik anggota G20 maupun organisasi internasional yang ngepos di Indonesia,” katanya.

Perwakilan, lanjutnya, ada yang datang dari masing-masing negara. Adapula perwakilan kedutaan besar yang ada di Indonesia. Baik datang langsung ke Jogjakarta maupun daring dari kantor kedutaan besar.

“Karena kondisi seperti ini peserta cukup banyak yang memilih melakukan secara virtual. Enggak disebutkan darimana yang hadir. Total delegasi 200an yang hadir fisik 27 lainnya virtual,” ujarnya.

Meski begitu, Aji memastikan penyelenggaraan Presidensi Indonesia G20 tetap berlangsung lancar. Forum tetap membahas isu masing-masing negara. Khususnya tentang dinamika pendidikan.

Kedatangan para tamu sudah lancar. Tetap sesuai protokol yang telah ditentukan,” katanya. (Dwi)

Jogja Raya