RADAR JOGJA – Merespons situasi saat ini terhadap gejolak harga sembako menjelang Ramadan dan kelangkaan komoditas minyak goreng, Kejaksaan Tinggi DIJ segera membentuk satuan tugas (satgas) sembako. Tujuannya, memantau dan mengawasi pendistribusian komoditas pokok di masyarakat.

Kepala Kejati DIJ Katarina Endang Sarwestri mengatakan, pembentukan satgas sembako untuk membantu proses distribusi sembako atau pengadaannya di pasar-pasar tradisional agar bisa berjalan lancar. Selain itu untuk mencegah adanya indikasi penimbunan barang.

“Mudah-mudahan kita bisa memantau distribusi sembako selama ini,” katanya di sela coffee morning bertajuk “Jaksa Sahabat Wartawan” di Kantor Kejati DIJ, kemarin (15/3).

Katarina menjelaskan, satgas sembako saat ini baru akan dibentuk. Dengan melibatkan unsur komponen jajaran Kejati dan Kejari se DIJ. Dengan adanya satgas sembako ini, kendala-kendala yang terjadi ketika pendistribusian sembako berjalan dapat diketeaui.

Ditargetkan menjelang Ramadan ini, satgas sembako bisa segera terbentuk. “Satgas sembako nanti berlaku terus, tidak hanya menjelang Ramadan dan Lebaran,” ujar kajati yang baru baru dilantik 2 Maret lalu ini.

Terlebih melihat fenomena sekarang di mana tren harga sembako masih fluktuatif. Juga ada indikasi penimbunan minyak goreng. Padahal sedang terjadi kelangkaan komoditas pokok tersebut.

“Itu kita juga ingin di DIJ ini bisa kita amankan, kalau ada temuan. Tapi kami belum pernah ada laporan penimbunan, kan baru mau kita bentuk jadi belum ada hotlinenya. Jangan sampai ada penimbunan di wilayah DIJ ini,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Kajati DIJ Rudi Margono menambahkan, sejatinya untuk mencegah adanya mafia sembako pihaknya ke depan berupaya lebih dengan melakukan pola-pola kegiatan di lapangan. Jajaran akan diterjunkan untuk berkolaborasi atau bekerja sama dengan intansi terkait di pemerintah yang berwenang.

“Kami akan membuat semacam komunitas group yang sifatnya lembaga. Dia akan memantau secara masif, bisa setiap bulan atau dua bulan sekali, yang sifatnya bukan insidentil. Sehingga kebutuhan sembako masyarakat ini akan tetap terjaga,” katanya.

Satgas sembako, sistemnya hampit sama seperti yang dibentuk pemkot, pemprov selama ini yakni satgas pangan yang terdiri atas berbagai instansi. Hanya komponen yang ada pada satgas sembako nantinya hanya jajaran internal Kejati DIJ.

“Iya ini memang intruksi dari pusat. Banyak sebenarnya seperti yang kami sudah dibentuk, ada satgas mafia tanah sudah jalan dan ditindaklanjuti. Satgas sembako baru mau kita jalaankan, apalagi sekarang migor agak sulit,” tandasnya. (wia/laz)

Jogja Raya