RADAR JOGJA – Teknologi gadget kini semakin canggih. Dari dulu yang sebesar komputer desktop, kini bisa dipakai seperti jam tangan. Smartwatch atau jam tangan pintar adalah salah satu jenis gadget yang tengah digandrungi.

Putut Anom Karangjati adalah salah satu penggunanya. Ia menceritakan, smartwatch bisa dibilang salah satu gawai yang sangat membantu dalam kesehariannya. Jam digital dengan sistem komputer itu, menurut pria kelahiran Jakarta itu, cukup banyak memiliki fungsi dan fitur yang bisa dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan. Salah satunya untuk kegiatan olahraga.

Dikatakan Putut, smartwatch Huawei miliknya punya beberapa fitur canggih seperti pengukur detak jantung, penghitung kalori, hingga penghitung langkah harian. Fitur-fitur ini bisa dilihat langsung dari layar jam tangan dan sangat membantu ketika berolahraga. Lantaran ia bisa melihat bagaimana kondisi tubuhnya ketika melakukan kegiatan fisik.

“Jadi dari layar jam tangan itu akan tahu berapa heart rate kita saat olahraga. Kemudian bisa diukur juga berapa langkah hariannya. Pokoknya sangat membantu untuk berperilaku hidup sehat,” ujar Putut kepada Radar Jogja Jumat (25/2).

Di samping cukup punya fungsi dalam kegiatan olahraga, pria 30 tahun ini juga terbantu smartwatch dalam hal notifikasi smartphone. Sebab dengan gadget itu, jam tangan bisa langsung terkoneksi dengan HP yang kemudian akan terlihat berbagai notifikasi dari aplikasi smartphone di layar tangan.

Dengan fitur itu, tentunya membuat pengguna smartphone tidak lagi kerepotan melihat notifikasi handphone langsung dari layarnya. Cukup mengarahkan pergelangan tangan ke arah mata, maka semua pemberitahuan seperti pesan WhatsApp, panggilan telepon dan SMS bisa diketahui hanya dari layar smartwatch.

“Fitur ini sangat membantu ketika berkendara. Jadi tidak perlu merogoh kantong atau mengambil handphone dari dalam tas,” katanya. Selain membantu dalam kegiatan olahraga dan notifikasi, smartwatch juga punya keunggulan dalam hal tampilan yang bisa diubah sesuai keinginan penggunaannya.

Layar dari jam tangan pintar itu bisa diganti dengan foto pribadi maupun sistem yang disediakan smartwatch. “Sehingga penggunanya pun tidak mudah merasa bosan. Kekurangannya mungkin hanya harus di-charge, karena ketika habis baterai maka smartwatch tidak bisa digunakan sama sekali,” tambahnya. (inu/laz)

Jogja Raya