RADAR JOGJA – Menteri BUMN Erick Thohir bertemu Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X). Agenda pertemuan berlangsung 07.00 WIB hingga sekitar 09.00 WIB. Tidak diketahui secara detil percakapan dengan agenda tertulis sarapan pagi dan tertutup ini.

Ditemui usai jam kerja, Gubernur DIJ Hamengku Buwono X (HB X) menceritakan maksud kedatangan Erick Thohir. Selain sarapan juga membahas beragam program pembangunan di Jogjakarta. Khususnya tentang proyek nasional jalan tol.

“Pak Erick Thohir itu satu sekadar silaturahmi. Kami tadi bicara bagaimana bagi saya ada kepastian, ya kepastian untuk tol ya,” jelas HB X ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Senin (21/2).

Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini ingin mengetahui sejauh mana proyek sudah berjalan. Baik untuk pembebasan lahan maupun pelaksanaan pembangunan. Khususnya yang dinaungi oleh BUMN.

“Untuk tol baik pembebasan tanah maupun pelaksanaan. Ya sama karena itu menyangkut BUMN ya pelaksanaannya,” katanya.

Pertemuan ini juga membahas tentang potensi Borobudur. Meski berada di Jawa Tengah, HB X menuturkan dampaknya juga akan terasa sampai ke Jogjakarta. Terutama sebagai destinasi wisata tingkat internasional.

Pembangunan wisata, lanjutnya, tak hanya berbicara untuk satu wilayah. Lebih khusus, Candi Borobudur masuk dalam zona Jogjakarta, Solo dan Semarang atau Joglosemar. Sehingga pengembangan potensi wisata juga berdampak ke wilayah-wilayah lainnya.

“Yang kedua menyangkut masalah borobudur itu kepastiannya gimana. Ya borobudur itu masalah pembangunan programnya untuk pengembangan pariwisata kan itu tidak hanya sekedar pariwisata tapi juga Joglosemar ya,” ujarnya.

HB X menuturkan tak ingin ada program tumpang tindih. Terutama antara pemerintah daerah dengan pengelola Candi dibawah BUMN. Sehingga program wisata akan selaras dan saling menguatkan satu sama lain.

“Apalagi Borobudur sama Prambanan kan sudah dimaintance sama BUMN. Gitu lho. Saya enggak mau ada benturan dengan otoritas Borobudur di dalam program. Kepastiannya gimana, karena bagi saya belum begitu jelas gitu,” katanya. (dwi)

Jogja Raya