RADAR JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5/INSTR/2022 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 berlaku mulai 8-14 Februari 2022.

HB X menginstruksikan kepada seluruh bupati dan wali kota di DIJ untuk melaksanakan PPKM level 3 sampai dengan tingkat RT/RW. Juga pentingnya penerapan protokol kesehatan (prokes) sebagai garda terdepan memutus rantai persebaran virus. “Tapi yang penting prokes pakai masker,” ujar HB X di Kompleks Kepatihan Jogja Selasa (8/2).

Adapun mekanisme koordinasi, pengawasan dan pelaksanaan PPKM dilakukan dengan membentuk posko tingkat Kalurahan sehingga terjadi optimalisasi pengendalian Covid-19 di tingkat mikro.

Sementara itu, Ingub tersebut mengatur banyak hal. Mulai dari pelaksanaan kegiatan belajar terbatas, jam operasional pasar, pertokoan, rumah makan, dan kafe dibatasi hingga pukul 21.00 WIB dengan kapasitas 60 persen pengunjung.
Selain itu rumah ibadah juga dibatasi 50 persen dan pembukaan fasilitas umum seperti taman bermain dan kegiatan pariwisata, serta seni budaya dibatasi kapasitas maksimal 25 persen.

Menurut HB X, kondisi penularan Covid-19 saat ini berbeda dengan saat merebaknya varian Delta beberapa waktu lalu. Sebab varian Omicorn dinilai tidak parah meskipun penularan sangat cepat. Dengan begitu diharapkan aturan bisa dilakukan lebih lentur atau fleksibel.

“Saya kira mungkin kondisinya sudah berbeda dengan saat itu ya mungkin bisa lebih lentur dalam arti lebih memberikan ruang lebih karena delta sama Omicorn juga beda,” jelasnya.

Terpisah, Ketua DPRD DIJ Nuryadi mengatakan kenaikan level PPKM 3 harus dihadapi dan sebisa mungkin kesehatan ekonomi dapat berjalan dengan baik. Dia meminta agar seluruh elemen masyarakat tetap melaksanakan prokes.
“Ini baru saja kita baik (penularan terkontrol) tapi kenyataan seperti itu. Yang harus kita lakukan adalah geliat ekonomi tidak boleh ditekan ini tapi prokes harus. Tidak boleh abai tentang prokes, jaga jarak pakai masker. Harus itu,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan salah satu yang menjadi fokus satgas dalam penerapan PPKM level 3 ini ialah pengetatan prokes di masyarakat. Ini menjadi kunci untuk menekan sebaran penularan. “Sekarang ini lagi kami susun, sedang ada upaya untuk pemantapan (aturan prokes di masyarakat),” katanya di Kompleks Balai Kota Timoho kemarin.

HP menjelaskan berbagai upaya prokes yang tengah disusun terutama menyangkut pembatasan kapasitas pertemuan atau berbagai kegiatan, termasuk mengaktifkan seluruh posko PPKM mikro di tingkat RT/RW. Ini untuk memantau perkembangan yang ada di wilayah termasuk mobilitas pelancong. “Ini bagian dari mengantisipasi supaya kita mampu mencegah agar lonjakan kasus di kota bisa kita kendalikan. Paling penting penggunaan masker yang benar disetiap aktivitas itu menjadi kunci,” ujarnya. (cr4/wid/bah)

Jogja Raya