RADAR JOGJA – Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIJ Srie Nurkyatsiwi memastikan atap Teras Malioboro 1 tidak bocor. Hujan intenstitas tinggi disertai angin kencang menjadi penyebab masuknya air hujan pada Kamis sore (3/2). Peristiwa ini membuat lapak dan barang dagangan khususnya di lantai 3 basah. Selain itu juga muncul genangan selama hujan berlangsung.

Siwi, sapaannya, menjelaskan peristiwa ini baru pertama kali terjadi. Bangunan yang berusia 4 tahun ini sebelumnya tergolong aman. Dia mengklaim desain bangunan sudah disiapkan, termasuk kemungkinan masuknya air hujan.

“Kemarin itu hujan lebat, ekstrem, memang cuacanya baru musim hujan dan Kamis itu hujannya eksterm dan angin cukup kencang. Bangunan ini didesain tinggi dan di atas dikasih ruang untuk sirkulasi udara. Maka air masuk dari itu bukan bocor,” jelasnya ditemui saat meninjau Teras Malioboro 1, Jumat (4/2).

Pasca kejadian pihaknya berkoordinasi lintas instansi, Kamis sore (3/2). Mulai dari tingkat provinsi, Pemerintah Kota Jogja hingga arsitek perancang bangunan. Tujuannya untuk mencari solusi atas masuknya air ke dalam bangunan.

Dari hasil pertemuan terungkap bahwa konstruksi atap aman. Tidak ada kebocoran di setiap pemasangan atap. Hanya saja memang ada celah di saluran sirkulasi udara. Sehingga menjadi jalan masuk untuk air hujan dan angin.

“Dalam waktu dekat akan ada tambahan untuk mengurangi tampias kalau hujan, tapi sirkulasi udara tetap masuk. Bisa saja kita tutup tapi nantio panas. Sehingga kami berharap PKL dan pengunjung sabar, ini rumah kita. Kita minta maaf ini kejadian diluar jangkauan kita,” katanya.

Siwi memastikan tak ada korban jiwa atas kejadian ini. Walau begitu barang dagangan dan lapak basah akibat hujan dan angin. Selama proses perbaikan, lantai 3 tetap beroperasi dan pedagang tetap bisa berjualan.

“Laporan kerusakan tidak ada, tapi PKL dibawahnya kena tampias. Dagangan basah, sekali lagi kita minta maaf sambil berbenah bersama,” ujarnya.

Kondisi yang tak jauh berbeda juga terjadi di Teras Malioboro 2. Shelter sementara para pedagang tersebut juga basah karena hujan. Meski sempat muncul genangan tapi tidak sampai banjir.

Untuk estimasi perbaikan, Siwi menargetkan secepatnya. Dia tak ingin proses perbaikan mengganggu transaksi di Teras Malioboro. Fokusnya pada celah yang menjadi jalan masuk air hujan.

“Ada beberapa alternartif butuh beberapa hari. Saat menutup atau tampias butuh konesekuesi dari sisi waktu dan modelnya. Alternatif 1 akan seperti tidak ada tampias sama sekali tapi angin tidak ada. Lalu dikasih angin-angin tapi tidak terlalu,” katanya. (dwi)

Jogja Raya