RADAR JOGJA – Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo memastikan para pelaku pariwisata di Jogjakarta mendapatkan booster vaksin Covid-19. Pertimbangannya adalah memiliki potensi tinggi terpapar Covid-19. Selain itu juga garda terdepan sebagai pelaku ekonomi sektor pariwisata.

Singgih menuturkan booster vaksin Covid-19 bagi pelaku pariwisata sudah masuk tahap usulan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DIJ. Sehingga bisa dijadwalkan sebagai penerima vaksin dosis ketiga.

“Kemarin komunikasi dengan bu Pembajoen (Kepala Dinkes DIJ) dan usulkan pelaku pariwisata yang termasuk garda depan pertumbuhan ekonomi ikut dijadwalkan suntikan ketiga. Kalau targetnya ya nunggu giliran,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (13/1).

Terkait jumlah penerima vaksin, Singgih menghitung secara bertahap. Pastinya yang tergabung dalam asosiasi yang berbasis pariwisata. Baik di dunia restoran dan perhotelan maupun destinasi wisata di kabupaten dan kota.

Pihaknya juga telah menyiapkan dua skema vaksinasi. Untuk industri pariwisata berlangsung di tingkat provinsi. Sementara untuk destinasi wisata di tingkat Kabupaten dan Kota.

“Melalui fasilitas kesehatan setempat. Jika menunggu sentra agak lama,” katanya.

Berdasarkan catatan Dispar DIJ, sebanyak 32 ribu lebih pelaku wisata sudah tervaksin Covid-19. Seluruhnya telah menerima dosis vaksin secara komplit. Terkecuali bagi yang memiliki hambatan menerima vaksinasi.

Data inilah yang turut diajukan ke Dinkes DIJ. Sehingga dapat menjadi bukti layak menerima booster vaksin Covid-19. Setidaknya setelah tahapan bagi lansia dan pelayan publik selesai.

“Kalau yang untuk booster, di data kami berkisar 15 ribu lebih. Nanti yang lain di Kabupaten dan Kota,” ujarnya.

Terlepas dari adanya booster, Singgih meminta pelaku wisata tetap patuh protokol kesehatan. Cara ini merupakan langkah paling sederhana dalam mengantisipasi penularan virus. Dengan catatan menjalankan secara ketat dan disiplin.

“Apalagi ada Omicron, gejala ringan, sembuh cepat tapi tetap perlu waspada juga. Belajar dari beberapa negara yang tinggi (kasus Omicron) tidak boleh sepelekan. Salah satunya dengan prokes dan vaksin booster,” katanya. (dwi)

Jogja Raya