RADAR JOGJA – Kenangan tentang radio selalu membekas bagi setiap pemirsanya. Tak sebatas sebagai media untuk mendapatkan informasi dan hiburan saja. Namun, radio juga menjadi tempat berkirim salam kepada teman atau keluarga.

Salah seorang yang masih punya kenangan tentang berkirim salam lewat radio adalah Arif Prastowo. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo ini dulunya sering menggunakan radio sebagai media bertitip salam kepada teman-teman sekolahnya. Khususnya ketika menjelang ujian sekolah.

Diceritakan Arif, sekitar 1988 atau saat dia masih duduk di bangku SMA, merupakan tahun di mana dia kerap menggunakan radio sebagai media berkirim salam. Kala itu, ia sering bertitip melalui Radio Persatuan berupa ucapan semangat menjelang ujian sekolah.

Selain Radio Persatuan, lanjut Arif, Radio Unisi dan Radio GCD Bukit Patuk juga memiliki program yang sama untuk berkirim salam. Hanya saja untuk dua radio itu dirinya bisa sekaligus meminta diputarkan lagu atau istilahnya request.
“Di Radio Unisi, kalau tidak salah ada acara namanya Rock Line ketika malam hari. Di situ sering ada teman yang request lagu sekaligus berkirim salam untuk saya juga,” ujar Arif kepada Radar Jogja, Jumat (7/1).

Ketua PMI Kulonprogo ini menambahkan, untuk bertitip salam lewat radio pada masa itu juga bukan merupakan perkara mudah. Pasalnya, agar salamnya dibacakan oleh penyiar, maka harus datang ke kantor radio dan mengisi sebuah kartu.

Di dalam kartu itu, lanjutnya, nantinya akan diisi identitas pengirim salam dan untuk siapa salam ditujukan. Setelah itu, pendengar pun masih harus menunggu salamnya dibacakan atau tidak dalam program radio.
“Sebenarnya lewat telepon juga bisa. Tetapi kalau lewat telepon biasanya susah masuk. Senang rasanya kalau dibacakan. Tapi sering deg-degan juga nunggu dibacakan apa tidak,” kenang Arif. (inu/laz)

Jogja Raya