RADAR JOGJA – Pemerintah Kota Jogja mengajak masyarakat untuk dapat menanam sayur dan buah. Ini sebagai upaya untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Terlebih, iklim yang berubah secara ekstrim belakangan ini sangat berpengaruh terhadap ketersediaan pangan.

“Tingkat nasional ada pangan estate. Kalau di kota ada kampung sayur, lorong sayur,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Suyana ditemui di kantornya, Jumat (7/1).

Baginya, sayur dan buah yang baik adalah yang ditanam sendiri. Pasalnya, dengan menanam sayur dan buah, masyarakat mengetahui betul mengenai perawatan yang dilakukan. Sehingga kualitas yang dihasilkan pun terjamin.

“Sayur dan buah yang bagus yang kita tanam sendiri, karena bisa mengerti berasal dari apa,”katanya.

Antusias masyarakat Kota Jogja dalam menanam sayur dan buah menurutnya relatif tinggi. Sebagai wujud dukungan, pihaknya memberikan fasilitas melalui program kampung sayur dan lorong sayur. Tak dikonsumsi sendiri, hasil panen juga dibagikan kepada warga sekitar.

“Bisa untuk menyuplai kebutuhan dapur umum. Masyarakat Jogja yang awalnya bukan petani, diajari untuk menanam. Kemudian kalau sudah menghasilkan 30 persen dijual, 70 persen dikonsumsi sendiri maupun dibagikan kepada lingkungannya,” ujar Suyana.

Meski demikian Suyana mengatakan Kota Jogja masih memiliki tingkat kesadaran mengonsumsi sayur dan buah yang rendah. Kedepan, ini akan menjadi fokus DPP Kota Jogja untuk meningkatkan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi sayur dan buah.

“Penyakitnya orang Jogja itu obesitas, disebabkan kurangnya nutrisi dan serat. Makanya harus dicukupi salah satunya dengan sayur dan buah,” kata Suyana.

Suyana menjelaskan kegiatan menanam tengah diganderungi masyarakat. Terlebih pada masa pandemi Covid-19 sudah menjadi hobi. Ini juga merupakan upaya untuk mengusir kebosanan lantaran pembatasan kegiatan masyarakat.

“Masyarakat senang diajak menanam di masa pandemi. Sebagai pelarian kebosanan paling mudah adalah menanam,” ujar Suyana. (co1/dwi)

Jogja Raya