RADAR JOGJA – Keluarnya Surat Edaran Mendagri Nomor : 440/7183/SJ tentang antisipasi sebaran Covid-19 varian Omicron, kembali membuat DIJ berstatus Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Pemkot Jogja pun segera merespon dengan mengaktifkan seluruh posko RT/RW.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, seluruh posko RT/RW sudah diminta sekitar satu bulan lalu untuk mencatat dan mengimbau serta mengedukasi masyarakat. Terutama berkaitan dengan mobilitas masyarakat yang datang ke Jogja dari luar kota. “Jadi kita melakukannya secara persuasif melalui keluarga-keluarga yang di Jogja,” ujarnya, Rabu (29/12).

Wakil Waki Kota Jogja itu menjelaskan Jika orang tersebut tanpa kelengkapan persyaratan vaksin maupun persyaratan perjalanan lain diminta untuk tidak datang dulu. Lebih baik ditunda sampai dalam kondisi sehat atau lengkap persyaratan untuk datang ke Jogja. Ini juga untuk menjaga kondisi kesehatan antarkeluarga baik dari warga dan tamu.

Menurut dia, selama ini Jogja masih menjalankan PPKM mikro. Laporan jumlah kasus dari masyarakat terutama dari posko RT/RW masih tetap berjalan. “Posko RT/RW sampai sekarang masih aktif semua, selama ini kita tidak pernah menonaktifkan. Setiap hari setidaknya masih ada jumlah laporan penambahan kasus di wilayah posko itu,” katanya.

HP menyebut meski sebaran Omicron sudah terjadi di Jakarta, namun sebaran lokal saat ini belum sampai terjadi di Kota Jogja. Pun diharapkan tidak terjadi. Namun demikian pihaknya telah menyiapkan skenario penanganan. Jika terdapat indikator disatu kawasan tertentu sudah ada kontak erat dan terjadi sebaran yang cepat. Maka, akan dilakukan pemeriksaan khusus di laboratorium Universitas Gadjah Mada (UGM).

Karena itu, PPKM mikro dinilai menjadi satu langkah untuk mengantisipasi manakala disuatu daerah terdapat penyebaran cepat yang indikasinya ialah Omicron. Posko RT/RW setempat juga diminta bertindak cepat menyekat wilayah tersebut agar sebaran tidak semakin luas. “Kita juga diminta (Pemprov) menyiapkan oksigen, kamar-kamar di rumah sakit untuk mengantisipasi jika terjadi ledakan. Termasuk selter baik isolasi terpadu atau selter di wilayah. Semua sudah kita siagakan. Semoga even tahun baru ini betul-betul aman bagi semuanya,” tambahnya.

Sebelumnya, Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X tak mempermaslahan kebijakan PPKM Mikro. Dia menceritakan dinamika kasus Covid-19 di DIJ tergolong tinggi. Sempat mencapai angka ribuan kasus perharinya. Hingga akhirnya melandai dengan kasus dibawah 10 pasien Covid-19 perharinya. “Kalau (kasus Covid-19) naik, problemnya di lapangan perlu disekat, tapi kalau turun ya enggak apa-apa kita ikuti terus. Harapannya ya tetap melandai terus, bukan naik,” katanya. (wia/pra)

Jogja Raya