RADAR JOGJA – Vaksinasi Covid-19 yang menyasar anak usia 6-11 tahun dilanjutkan secara tersentral di XT Square, Selasa (28/12). Kali ini dengan sasaran 2.200 anak atau siswa di Kota Jogja.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, langkah ini merupakan kelanjutan dari kickoff vaksinasi anak yang digulirkan bersama Dinkes DIJ dengan menyasar 1.200 anak. Dan dilanjutkan vaksinasi secara tersentral di XT Square dengan sasaran 2.200 anak.

“Jadi kalau tambah yang ini, sampai sekarang total siswa sekitar 10 ribu yang sudah vaksin,” kata Emma di Kompleks Balai Kota Timoho, Selasa (28/12).

Ia menjelaskan, setelah ini pelaksanaan vaksinasi usia 6-11 tahun bisa dilanjutkan secara reguler di puskesmas sesuai wilayah yang mengampu sekolah-sekolah. Seperti halnya vaksinasi yang dilakukan dalam program rutin tahunan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). “Tadi alhmdulillah ramai, meski satu dua ada yang menangis. Tapi secara keseluruhan kondusif,” ujarnya.

Sampai sejauh ini pihaknya belum menerima laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) dari vaksinasi yang menyasar anak ini. Menurutnya, vaksinasi jenis Sinovac yang digunakan khusus anak-anak juga sudah terjamin aman. “Sampai sekarang belum ada laporan KIPI, vaksinnya sudah mendapat izin, artinya keamanannya sudah terjamin,” jelasnya.

Demikian pula stok vaksin untuk anak-anak, sampai saat ini terbilang cukup dan memenuhi kebutuhan. Namun demikian, vaksinasi jenis Sinovac ini selain untuk digunakan dosis satu bagi anak juga penyelesaian vaksinasi dosis dua.
“Jadi sekarang dosis satu Sinovac untuk umum tidak boleh. Itu hanya untuk dosis satu anak-anak. Kalau yang dosis satu untuk umum pakai Pfizer,” terangnya.

Adapun target sasaran vaksinasi anak yang bersekolah di Kota Jogja berjumlah 40.156 anak. Merupakan usia siswa 6-11 tahun. Jumlah ini lebih banyak dari yang ditarget pemerintah pusat sekitar 29 ribu anak. Dinkes memasukkan data seluruh siswa yang bersekolah di Kota Jogja, meskipun mereka penduduk kabupaten lain.

“Target secepatnya, kita tetap berproses pelaksanaannya. Kalau memang ada kesempatan lagi, kita akan sentralkan lagi. Mungkin sekolah yang sedikit muridnya kita jadikan satu,” tambahnya.

Selain itu, Dinkes juga akan menelusuri bagi penduduk kota, umur anak sekolah yang tidak bersekolah di Kota Jogja. Ini agar mereka juga terfasilitasi vaksinasi anak. “Nanti bisa kita kumpulkan di puskesmas wilayah masing-masing,” tambahnya.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit, Pengelolaan Data, dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Lana Unwanah menambahkan, anak-anak yang divaksin itu adalah murid SD di wilayah Kotagede dan Umbulharjo. Di mana yang berlokasi tak jauh dari tempat pelaksanaan imunisasi.

“Kami pilih 11 sekolah di Kotagede dan Umbulharjo yang lokasinya dekat dengan XT Square, sehingga relatif mudah dijangkau siswa dan pengantarnya,” katanya.

Demikian pula proses vaksinasi reguler yang dilakukan di sekolah-sekolah tetap berjalan dengan tenaga vaksinator dari puskesmas di wilayah. Namun diakui selama masa Natal dan tahun baru (Nataru) sedikit terhambat, karena berbenturan dengan hari libur siswa. Maka, digelar secara masal. (wia/laz)

Jogja Raya