RADAR JOGJA – Aktivitas pedagang di Pasar Terban, Kemantren Gondokusuman harus terhenti akibat tanah di pasar ayam ambles. Ada sekitar empat los yang terdampak, dan seluruh pedagang dilokalisir demi keamanan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwisutono mengatakan selain karena faktor curah hujan yang tinggi, tanda akan amblesnya tanah sudah terdeteksi sejak lama. Sehingga sudah direncanakan revitalisasi. ”Namun urung terlaksana, malah sudah kejadian,” katanya kepada wartawan Selasa (21/12).

Yunianto menjelaskan revitalisasi pasar tersebut tersendat dikarenakan belum adanya kecukupan kondisi finansial baik dari daerah maupun negara. Sehingga, kondisi pasar dibiarkan seadanya. ” Ya kami sebenarnya sudah melihat memang secara keseluruhan untuk pasar Terban ini sudah tidak layak,” ujarnya.

Sedikitnya, ada empat los terdampak di pasar yang rencananya bakal dibangun sebagai pusat desain industri nasional (PDIN). Nantinya, akan dilokalisir ke tempat yang lebih aman untuk mengantisipasi tidak terjadi ambles susulan. Untuk sementara aktivitas para pedagang dihentikan, terutama penyembelihan ayam di pasar tersebut. “Mulai hari ini sampai besok pagi kerjabakti membersihkan tempat. Sambil kami cermati dan upayakan geser ke timur (untuk aktivitas pedagang),” jelasnya.

Para pedagang, terpaksa harus bergeser ke sisi timur untuk agar tetap beraktivitas dalam keadaan yang lebih aman. Solusi sementara, dengan membuat instalasi pembuangan air, limbah termasuk faktor lain untuk kebersihan. ”Sembari menunggu perbaikan,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja, Nur Hidayat mengatakan kejadian tanah ambles di pasar tradisional milik Disperindag Jogja sekitar pukul 17.00 dengan laporan masuk pukul 19.00. Penyebabnya karena faktor hujan dengan intensitas deras. “Terdampak dua kios rumah potong ayam. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” katanya kepada Radar Jogja.

Adapun volume tanah yang ambles dengan panjang 10 meter dan lebar 7 meter. Tindakan yang dilakukan saat itu, asesmen dan pemasangan garis polisi di lokasi pasar yang beralamat di Jalan C Simanjuntak, Terban, Gondokusuman.
Terpisah Kepala DPUPKP Kota Jogja, Hari Setyowacono mengatakan untuk menindaklanjuti penanganan, baru dilakukan identifikasi untuk mencari penyebab amblesnya tanah di pasar terban itu. “Baru kami survei dan cari penyebabnya apa. Nanti penanganannya baru akan kami lakukan seperti apa,” katanya. (wia/bah)

Jogja Raya