RADAR JOGJA – Sebentar lagi kita memasuki masa libur Natal dan Tahun baru (Nataru). Seperti yang sudah-sudah, ketika memasuki akhir tahun permintaan bahan pokok oleh masyarakat maupun industri mengalami peningkatan.

Namun, pada masa Nataru tahun ini masyarakat DIJ tidak perlu khawatir. Sebab, komoditas bahan-bahan pokok di provinsi ini sangat cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat di masa Nataru.

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIJ Yuna Pancawati mengatakan, dari 12 bahan makanan pokok di DIJ saat ini stoknya surplus jika digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri di DIJ.

12 bahan pokok yang dimaksud adalah beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah. Kemudian ada daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, dan kedelai. “Ketersediaan beras misalnya, itu kami ada 307.345 ton, sementara kebutuhan per bulan sekitar 35 ribu ton,” jelasnya.

Salah satu kebutuhan penting yang bakal banyak digunakan pada masa Nataru adalah kebutuhan bahan bakar. Baik itu bahan bakar minyak untuk kendaraan maupun bahan bakar gas.

Sales Branch Manager Pertamina Wilayah Jogjakarta Januar Adi Prabowo memprediksi, permintaan Pertalite pada Nataru tahun nanti naik 10 persen. Sementara Pertamax diperkirakan naik 11 persen. “Untuk Gasoil seperti solar diperkirakan naik tapi di bawah 10 persen, karena di Nataru biasanya ada aturan truk tidak bisa melintas,” ujarnya.

Selain itu, Januar juga memastikan pasokan BBM untuk Nataru tahun ini aman. Sebab, pihaknya juga akan segera mendapatkan pasokan BBM dari Cilacap dalam waktu dekat. (kur/laz)

Jogja Raya