RADAR JOGJA – Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun Anggaran (TA) 2022 resmi diserahkan kepada pimpinan satuan kerja (satker) Jumat (3/12).

Dengan ini, pelaksanaan APBN 2022 dapat segera dilakukan lebih awal untuk mempercepat pemuliham ekonomi dan stimulus perekonomian di daerah.
Gubernur DIJ, Hamengu Buwono (HB) X mengatakan dengan penyerahan DIPA dan TKDD 2022 lebih awal tersebut, diharapkan kepada satker selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) baik kabupaten/kota bisa lebih cepat membelanjakan. Ini juga agar pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa lebih terasa. “Syukur bisa habis 100 persen itu baik,” kata HB X di Kompleks Kepatihan.

Dalam penggunaan anggaran harus sesuai dengan skala prioritas termasuk melakukan penyesuaian otomatis guna mengantisipasi ketidakpastian di 2022. Pun kepada pimpinan daerah menggunakan alokasi TKDD 2022 dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat.

Anggaran belanja diminta segera digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. “Tidak boleh menumpuk di perbankan,” katanta. D
Dana desa, jelasnya dioptimalkan untuk mendukung pemulihan ekonomi serta percepatan penanganan kemiskinan ekstrem. Program BLT Desa dan program prioritas lainnya tetap dilanjutkan untuk meningkatkan kesejahteraan amsyarakat desa.

Dikatakan, APBN TA 2022 untuk melanjutkan dukungan pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Peningkatan sumber daya manusia, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan lain-lain. “Harus ada batas kemampuan pada ASN sendiri untuk menghabiskan anggaran,” jelasnya.

Sementara, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi DIJ, Arif Wibawa mengatakan DIPA dan TKDD 2022 yang telah diserahkan diharapkan segera dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tentunya dengan tetap menjaga akuntabilitas, transparansi dan tata kelola yang baik. “Pada dasarnya kegiatan-kegiatan kontrak sudah bisa dimulai sejak DIPA diterima,” katanya.

Alokasi belanja Kementerian/Lembaga TA 2022 di wilayah DIJ sebesar Rp 11,90 triliun yang tertuang dalam 342 DIPA. Terdiri dari 305 DIPA untuk instansi vertikal K/L dengan nilai sebesar Rp11,79 triliun dan 37 DIPA dengan nilai sebesar Rp110,56 miliar untuk berbagai SKPD pelaksana tugas Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.

Sementara untuk TKDD TA 2022 nilainya mencapai Rp 9,96 triliun meliputi Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp264,43 miliar. Dana Alokasi Umum (DAU) Rp5,2 triliun. Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Rp682,18 miliar. DAK Nonfisik sebesar Rp1,89 triliun. Dana Insentif Daerah (DID) Rp166,01 miliar. Dana Keistimewaan sebesar Rp1,32 triliun dan Dana Desa sebesar Rp439,27 miliar. (wia/bah)

Jogja Raya