RADAR JOGJA – Wakapolda DIJ Brigjen Raden Slamet Santoso menuturkan pihaknya telah mengantongi identitas perempuan eksibisionis di Yogyakarta International Airport (YIA). Untuk saat ini tim gabungan Polres Kulonprogo dan Ditreskrimsus Polda DIJ tengah melacak keberadaan perempuan dalam video tersebut.

Mantan Kaporlesta Jogja ini juga memastikan telah mengantongi sejumlah bukti. Selain video yang beredar di media sosial adapula rekaman CCTV milik YIA. Seluruh bukti dengan jelas menampilkan sosok dan alamat media sosial milik pelaku eksibionis.

“Sampai hari ini, kejadian kemarin itu tim gabungan Polres Kulonprogo dan Krimsus (Ditreskrimsus) Polda (DIJ) sudah dapat rekaman CCTV dan lainnya. Sudah lakukan pengejaran terhadap pelaku agar bisa cepat tertangkap,” tegasnya ditemui di Kompleks Kepatihan Pemprov DIJ, Jumat (3/12).

Pengejaran, lanjutnya, merupakan wujud dari penyelidikan. Untuk memastikan motif pelaku eksibisionis di ruang publik. Selain itu juga detil hingga akhirnya video terunggah di media sosial.

Slamet juga menegaskan akan ada sanksi tegas terhadap kasus tersebut. Mulai dari Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) hingga UU Anti Pornografi dan Pornoaksi. Ini karena adanya unggahan video di media sosial hingga aksi pornoaksi di ruang publik.

“Kami tangkap agar bisa melihat motivasinya apa dan kasusnya seperti apa. Identitas sementara sudah kita kantongi. Terjerat UU ITE dan UU Pornografi bisa kena. Tegas agar jadi efek jera tidak ada lagi seperti itu,” katanya.

Bupati Kulonprogo Sutejo menyayangkan adanya aksi tersebut. Terlebih pelaku eksebisionis itu melakukan aksinya di YIA. Bandara tersebut menurutnya adalah pintu gerbang wisata maupun ekonomi di Jogjakarta.

Dia memasrahkan seluruh tindakan kepada pihak kepolisian. Sutejo hanya berpesan ada sanksi tegas terhadap pelaku eksebisionis. Tentunya dijerat dengan sanksi pidana yang berlaku dan sesuai.

“Saya belum lihat dan belum tahu, kalau betul sangat disayangkan, tapi apakah itu orang Kulonprogo atau bukan saya juga belum tahu. Sudah ditangani kepolisian, jangan lagi ada harapannya, YIA kan sudah jadi ikon,” ujarnya. (dwi)

Jogja Raya