RADAR JOGJA – Momentum Hari Guru Nasional (HGN), Pemkot Jogja menetapkan tiga sekolah jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) swasta menjadi negeri. Praktis pengelolaannya menjadi di bawah Pemkot Jogja.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Jogja, Budi S Asrori mengatakan ketiga TK tersebut awalnya dikelola oleh PKK. Setelah diresmikan atau ditetapkan menjadi TK negeri menjadi dikelola langsung di bawah Disdikpora. “Dengan perubahan status menjadi sekolah negeri maka pengelolaannya akan lebih efektif karena selama ini juga sekolah tersebut memakai aset pemerintah daerah,” katanya di Kompleks Balai Kota, Kamis (25/11).

Budi menjelaskan ketiga TK swasta tersebut adalah TK PWS Surokarsan yang didirikan pada 1967 dan tercatat dikelola dibawah Yayasan PKK. TK ini berganti status menjadi TK Negeri 7 Jogja. Sementara TK Buyung di Tegalrejo yang didirikan pada 1958 dan sejak 2015 lalu berada di bawah pengelolaan PKK telah berganti nama menjadi TK Negeri 8 Jogja.  Sedangkan TK Kuncup Mekar yang dirintis pada 1975 silam berganti nama menjadi TK Negeri 9 Jogja. “Sebelum dinegerikan melalui tahap verifikasi segalanya dulu layak apa tidaknya,” ujarnya.

Dalam rangka menegerikan sekolah TK ini Disdikpora tidak menargetkan. Tetapi tahun lalu berhasil merubah dua sekolah swasta menjadi negeri. Pada tahun ini sejumlah tiga sekolah. Perubahan kesemua sekolah ini juga berdasar aspirasi dari masyarakat maupun pihak pengelola. Jika dari verifikasi dinyatakan layak maka sekolah bisa berubah status menjadi negeri. “Tidak ada syarat-syarat khusus sebetulnya, tapi kita lihat asetnya, sarana prasaranya bagaimana termasuk jumlah siswanya,” jelasnya.

Setelah berubah status menjadi negeri otomatis pembiayaan untuk kebutuhan layanan pendidikan, seluruhnya akan didukung oleh anggaran Bosda. Selama ini, kebutuhan anggaran didukung dari Bosda sekolah swasta dengan nilai Rp15 juta per tahun. “Selama ini TK di bawah pengelolaan PKK banyak melayani masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Kalau sudah dinegerikan kan dikelola pemerintah, nanti akan dapat layanan pendidikan lebih optimal lagi,” terangnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan dasar yang paling strategis dalam membentuk karakter anak. Sangat penting dikembangkan kepada anak-anak untuk memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan mental dan cara berfikir anak dimasa mendatang. “Oleh karena itu kami ucapkan terimakasih atas rintisan dan bagaimana susah payahnya masa itu berjuang mendirikan layanan pendidikan anak usia dini puluhan tahun,” katanya disela meresmikan tiga TK secara virtual di Ruang Yudhistira.

Menurutnya, ketiga TK yang sudah berstatus sekolah negeri itu bisa menjadi contoh pengelolaan sekolah yang mampu membentuk karakter anak sehingga anak siap menghadapi masa depan tanpa meninggalkan budaya dan tradisi Jogja. “Jadikanlah karakter-karakter yang sudah disiapkan dibangun untuk anak-anak, agar tumbuh kembang mereka di TK negeri bisa menjadi generasi yang unggul dan membawa kebaikan bagi kemajuan bangsa dan negara,” tambahnya. (wia/pra)

Jogja Raya