RADAR JOGJA – Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo memastikan tak ada penutupan tempat wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Skema yang ada hanyalah pembatasan agar tak muncul kerumunan wisatawan. Selain itu juga penguatan implementasi protokol kesehatan Covid-19.

Singgih menuturkan Pemprov DIJ masih menunggu acuan dari pemerintah pusat. Tepatnya Instruksi Menteri Dalam Negeri terkait Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 selama libur Nataru. Untuk kemudian ditindakalnjuti dengan Instrukri Gubernur dan di tingkat Kabupaten dan Kota.

“Pastikan salah satu poin dalam kebijakan tersebut (PPKM Level 3) salah satunya tempat wisata tetap dibuka. Hanya ada pembatasan dan peningkatan implementasi prokes dan (aplikasi) Peduli Lindungi,” jelasnya ditemui di Grand Inna Malioboro Jogjakarta, Selasa (23/11).

Terkait kapasitas kamar hotel dan restoran, pihaknya juga masih menunggu. Untuk saat ini masih berlaku pembatasan 70 persen dari kapasitas maksimal. Kebijakan ini sesuai dengan penerapan PPKM Level 2 di Jogjakarta.

Walau begitu, Singgih memastikan kebijakan ini bukan mempersulit. Konsep utama adalah menekan potensi sebaran Covid-19. Terutama munculnya kasus bahkan klaster pasca libur Nataru.

“Apakah besok berlaku 70 persen atau 50 persen masih menunggu kebijakan dari (pemerintah) pusat. Tapi semua ini demi kewaspadaan. Jangan sampai eforia beberapa saat lalu lengah penerapan prokes dan muncul kejadian yang tidak diinginkan,” katanya.

Untuk acara pada libur Nataru dengan menghadirkan penonton, tetap berlaku kebijakan lama. Berupa pembatasan 50 persen sesuai kapasitas. Selain itu wajib mengantongi perijinan dari kepolisian dan Satgas Covid-19 wilayah.

“Tidak boleh menjual tiket penonton secara langsung atau on the spot karena akan menimbulkan kerumunan. Sistemnya reservasi dengan aplikasi Visiting Jogja. Selama PPKM Level 2, diperbolehkan dengan kapasitas 50 persen. Tapi kalau sudah PPKM Level 3, tunggu dulu updatenya,” ujarnya. (dwi)

Jogja Raya