RADAR JOGJA – Korban dugaan penganiayaan oknum pegawai Lapas Narkotika Kelas IIA Jogjakarta terus bertambah. Terbaru adalah tahanan berstatus tahanan titipan. Korban ini belum menjadi warga binaan pemasyarakatan (WBP) karena proses hukum masih berjalan.

Pendamping hukum warga binaan pemasyarakatan (WBP) Anggara Adiyaksa menuturkan penyikasaan tahanan titipan ini adalah kejadian terakhir. Tepatnya berlangsung pada 28 Oktober 2021. Tepatnya sebelum kasus dugaan penyiksaan WBP di Lapas Narkotika Pakem terungkap.

“Tahanan titipan kejaksaan itu ternyata ada yang disiksa dan lukanya masih bernanah. Terjadinya 28 Oktober dan ini yang disiksa terakhir,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (21/11).

Anggara menyayangkan adanya tindakan tersebut. Terlebih status keduanya adalah tahanan titipan. Proses hukum masih berlangsung di tingkat pengadilan.

Terungkapnya korban baru berawal dari investigasi Komisioner Komnas HAM. Tahanan mendapatkan kekerasan fisik hingga mengalami luka di beberapa bagian tubuh. Fakta-fakta ini juga telah dilaporkan ke Kantor Perwakilan Ombudsman Repubik Indonesia (ORI) Jogjakarta..

“Pelakunya iya petugas lapas bukan oknum Kejaksaan. Untuk saat ini di grup korban ada 91 orang. Itu saksi dan korban, sepaurhnya lebih itu korban,” katanya.

Kepala Kantor Perwakilan ORI Jogjakarta Budhi Masturi membenarkan adanya laporan penganiayaan terhadap tahanan titipan. Perlakuan yang diterima sama dengan korban yang berstatus WBP.  Hanya saja dia enggan menyebutkan tahanan titipan tersebut dari instansi mana.

Budhi menuturkan hasil investigasi Komnas HAM tidak berbeda dengan laporan para WBP. Dugaan penganiayaan dilakukan oleh sejumlah oknum pegawai Lapas Narkotika Pakem. Hasil investigasi tersebut turut menjadi bahan penyidikan jajarannya.

“Ya pokoknya yang disebut oleh para pelapor tanggal 1 November di kantor Ombudsman. lalu kami cek ke lapas dan sejauh ini tidak ada perbedaan keterangan. Tahanan titipan yang baru pertama kali masuk seperti kena plonco begitu,” ujarnya.

Terkait investigasi tim ORI Jogjakarta, telah mencapai tahapan keterangan saksi. Setidaknya 14 orang baik dari pegawai Lapas Narkotika Pakem maupun para pelapor. Pihaknya juga meminta keterangan ke Kepala Divisi Pemasyrakatan Kanwil Kemenkumham DIJ.

“Kami mempertimbangkan untuk meminta keterangan salah seorang mantan KPLP-nya inisial K yang saat ini kembali ke (Lapas) Salemba. Ada kontribusi berdasarkan keterangan para pelapor dan sejawatnya di lapas. Nanti akan koordinasi dengan Ombudsman pusat,” katanya.

Sempat mencuat tahanan titipan tersebut berasal dari Kejari Sleman. Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Sleman Andika Romadona menanggapi informasi tersebut. Pihaknya belum bisa berkomentar terlalu banyak. Untuk saat ini dia memasrahkan pada tim investigasi.

“Iya prinsipnya kalau tahanan sudah dititipkan di lapas itu menjadi tanggungjawab lapas masing-masing. Kami pada prinsipnya menghormati investigasi  yang dilaksanakan baik dari Kanwil (Kemenkumham), dari Komnas HAM atau Ombudsman monggo itu kewanangan masing-masing,” ujarnya. (dwi)

Jogja Raya