RADAR JOGJA – Jaringan pipa air bersih di Majasem, Kalurahan Sambirejo, Prambanan, Sleman masih dalam perbaikan. Jaringan pipa air yang menghubungkan lima kalurahan di wilayah perbukitan Prambanan ini terputus lantaran diterjang banjir pada Rabu (17/11). Akibatnya sejumlah obyek wisata (obwis) turut terdampak dan harus mengandalkan droping air.

Di obwis Tebing Breksi di Kalurahan Sambirejo, misalnya. Ketua Pengelola Tebing Breksi Kholiq Widianto mengatakan, untuk kebutuhan air bersih wisatawan, disuplai dengan droping air. Air, disimpan di dalam bak penampungan kapasitas 60 meter kubik. Droping air dilakukan mulai Kamis (18/11). Menggunakan unit tangki setempat. “Kami tidak terlalu terdampak karena punya bak penampungan yang sewaktu-waktu bisa digunakan kalau jaringan air bersih terkendala,” ungkap Kholik dihubungi Radar Jogja, kemarin (21/11). “Sehingga wisatawan tak perlu risau kekurangan air bersih, saat berkunjung ke obwis ini.”

Disebutkan, kebutuhan air bersih dalam sehari mencapai 10 tangki atau setara 300-400 meter kubik. Dengan tampungan air setiap tangkinya mencapai lima ribu liter. Droping air akan terus dilakukan sembari menunggu pipa jaringan air bersih selesai perbaikan. “Saat ini pipa masih dalam perbaikan,” katanya.

Terpisah, Ketua Perusahaan Air Minum (PAM) Desa Sambirejo Giyatno mengungkapkan, saat ini pipa dalam pembenahan. Pipa dipesan dari Semarang. Dan saat ini dilakukan pengelasan. Dipastikan dua hari lagi, air bisa mengalir.
Selain Tebing Breksi, obwis wisata lain yang juga melakukan droping air bersih yaitu Obelix Hill, Hotel Amaranta, Hotel dan Resto Abia Giri, Villa Suwatu dan lain-lain. Disebutkan sekali droping air, harus merogoh kantong Rp 150 ribu per tangki.

Sementara itu, untuk warga terdampak jaringan air bersih di 13 padukuhan yang tersebar di lima kalurahan. Yakni, Kalurahan Bokoharjo, Sambirejo, Sumberharjo, Wukirharjo dan Gayamharjo, masih mengandalkan air tadah hujan.”Karena hujan masih tinggi, sumur-sumur akhirnya terisi. Mereka (warga, red) masih mengandalkan itu untuk minum dan kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Panewu Prambanan Ishadi Zayid mengatakan, saat ini jajarannya, relawan setempat, dibantu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman bergotong-royong memasang pipa air sepanjang 50 meter itu. Untuk sementara waktu jaringan pipa dibuatkan jalur baru. Jalur darurat. Melewati atas Jebatan Majasem. Guna mengamankan dari terjangan banjir di Sungai Plengkung, Majasem.”Sementara kita bikin daruratnya dulu sambil nanti buat yang permanen,” katanya. Perbaikan jaringan pipa ini, diambilkan dari anggaran kas organisasi paguyupan pengguna air (OPPA) yang dikelola mandiri oleh kelompok masyarakat. “Kemudian, untuk permanennya akan di anggarkan lagi tahun depan,” ujarnya. (mel/pra)

Jogja Raya