RADAR JOGJA – Polemik terkait waktu pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) pasca kebijakan terbaru pemerintah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 mendapat perhatian dari kalangan pesantren. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat. Kotagede, Kota Jogjakarta KH Abdul Muhaimin meminta agar jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera bersikap untuk membuat keputusan final kapan muktamar bisa digelar.

“Penyikapan cepat ini penting agar energi warga NU khususnya tidak terkuras untuk hal yang tak produktif. Kami dorong PBNU segera rapat dan akan lebih baik jika muktamar nanti bisa digelar secepatnya, bukan dimundurkan akibat PPKM level 3,” ujar KH Muhaimin di Jogjakarta, Minggu (21/11).

Sepeti diketahui, pemerintah menerapkan PPKM level 3 mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Menurut KH Muhaimin, opsi memajukan muktamar dari sebelumnya pada 23-25 Desember memiliki beberapa kemanfaatan. Pertama, adanya kepastian penyelenggaraan muktamar. Dengan memajukan jadwal, maka sangat memungkinkan muktamar di Lampung bisa digelar pada awal Desember 2021. Jika muktamar diundur lagi, paling cepat bisa diselenggarakan pada pertengahan atau akhir Januari. Itu pun dengan catatan, kasus Covid-19 tidak melambung lagi.

“Jika kasus Covid ternyata malah naik, kita semakin tidak tahu kapan muktamar akan benar-benar bisa digelar,” terangnya.

Alasan kedua, menurut KH Muhaimin, dengan memajukan waktu mukmatar, maka konsolidasi di tubuh NU akan semakin baik. Tak hanya pada level pembenahan struktural, konsolidasi tersebut juga berkaitan dengan program-program kerja yang harus menjadi perhatian besar bagi kepengurusan PBNU terbaru.

“Ada banyak persoalan kebangsaan yang membutuhkan kontribusi aktif dari NU seperti penanganan pandemi, perekonomian, pendidikan, kesehatan termasuk bagaiman menyukseskan agenda politik pada 2024 mendatang,” jelasnya.

Melihat banyaknya agenda besar yang menuntut keterlibatan NU ini, KH Muhaimin berharap, para pengurus di PBNU untuk bisa bermusyawarah menetapkan waktu muktamar dengan mengedepankan aspek kejernihan berpikir dan kepentingan yang lebih luas. Dirinya yakin, dengan berpijak di atas kepentingan yang lebih luas, muktamar akan menghasilkan keputusan-keputusan yang mampu memajukan NU ke depan. (kus/ila)

Jogja Raya